Arab adalah salah satu peradaban penting dan berpengaruh yang pernah ada, bahkan sampai sekarang di dunia. Ketermasyhuran Arab tidak hanya ada pada masa Islam saja, tetapi juga pada zaman kuno sebelum kemunculan agama Islam dan ekspansi kaum muslim ke negeri-negeri lain melalui penaklukan. Sejarah peradaban Arab dan Islam telah banyak kita ketahui. Namun, riwayat Arab Kuno sebelum Islam masuk mungkin tak banyak yang paham. Seperti apakah “wajah” Arab sebelum Islam masuk?
Dalam buku “Sejarah Arab Sebelum Islam 4” yang terbagi sembilan jilid ini, Jawwad Ali, seorang sejarawan masyhur mengisahkan secara gamblang riwayat hidup (bangsa) Arab Kuno dari berbagai aspek. Berbagai aspek tersebut, yaitu aspek geografi, iklim, karakteristik, dan silsilah; politik, hukum, dan pemerintahan; sosial-budaya; agama dan kepercayaan; sumber daya alam dan perekonomian; bahkan bahasa, literasi, dan kesusastraan. Merujuk pada sumber-sumber klasik seperti manuskrip-manuskrip, artefak-artefak, catatan-catatan orang Yunani, Romawi, hingga Ahli Kitab (Yahudi), serta ditopang penemuan mutakhir ahli arkeologi. Buku ini memaparkan dengan narasi yang lugas, deskripsi yang jelas, pengamatan mendalam dan penjelasan komprehensif perihal bangsa Arab kuno sebelum Islam.
Informasi Buku:
Penulis : Dr. Jawwad Ali
Penerbit : Alvabet
Tanggal Terbit : 15 Februari 2019
Bahasa : Indonesia
ISBN : 9786026577276
Width : 15 cm
Height : 23 cm
Weight : 0,85 kg
Jenis Cover : Hard cover
Dr. Jawwad Ali adalah salah satu sejarawan besar Irak dan Arab abad ini. Pria kelahiran Kazimain, Bagdad, Irak, 1907, ini meraih gelar doktor dalam bidang Sejarah Islam dari Universitas Hamburgh, Jerman, pada 1939. Ia kemudian mengabdikan diri di dunia akademis sebagai dosen pada Jurusan Sejarah Fakultas Tarbiyah Universitas Bagdad. Juga dosen di berbagai perguruan tinggi baik di Arab maupun di luar Arab. Pada 1957, ia menjadi dosen tamu pada Universitas Harvard Amerika. Setelah pensiun, ia mendapat gelar kehormatan “Profesor Emeritus” dari Universitas Bagdad. Ini adalah gelar paling prestisius yang dianugerahkan kepada intelektual Irak. Ia kerap kali menjadi pembicara pada berbagai seminar internasional, seperti seminar orientalis di Jerman. Ia juga menjadi salah satu anggota organisasi arkeologi Jerman. Ia meninggal dunia pada 1987.
Beberapa karya monumentalnya antara lain: at-Târîkh al-‘Âm (1927), Ashnâm al-‘Arab (1967); Mausû‘ah Târîkh al-‘Arab qabla al-Islâm (1956-1960) (8 volume), al-Mufashshal fî Târîkh al-‘Arab qabla al-Islâm (1968-1974) (10 volume) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Pustaka Alvabet (2018), Târîkh ash-Shalâh fî al-Islâm (1968), Târîkh al-‘Arab fî al-Islâm (1969), dan al-Mahdiy wa Safrâ’uh al-Arba‘ah (1938) yang merupakan disertasi doktornya di Universitas Hamburg, Jerman. Karyanya yang belum dipublikasikan antara lain Mu‘jam Alfâzh al-Musnad, tentang indeks kosakata dan istilah Arab kuno yang ...