Annisa Arunika Dahayu jatuh cinta pada Arsya Ilham Vernando, pemuda yang disiapkan menjadi pemimpin pesantren. Ia mengejar cintanya dengan cara paling lucu, paling nekat, dan paling konyol. Namun cinta yang disertai tawa itu tak mampu menembus tembok perbedaan. Saat dinding itu memaksanya mundur, Nisa pun sampai pada titik ikhlas. “Mungkin kalau kita mengejar cintanya Allah sekeras mengejar dia, Allah akan berikan dia kepada kita tanpa perlu dikejar. Dan kalau pun bukan dia, setidaknya kita mendapatkan cintanya Allah."