Saidi tak pernah berharap takdir menggiringnya ke "kawasan antara". ia lahir berkelamin
Lelaki,tapi tabiatnya sangat perempuan.
Calabai, begitu orang-orang menyebutnya.
Ayahnya,puang baso,marah dan menolak
anak lelakinya menjadi "perempuan".Tak ingin
menggoreskan luka lebih dalam di hati
orangtuanya,saidi memilih pergi.Pertemuan dengan
seorang lelaki sepuh bersurban putih di dalam
mimpinya telah membakar gairahnya untuk
berpetualang ke negeri,negeri bissu,yaitu para
pemuka yang spiritual yang telah melampaui sifat
laki-laki dan sifat perempuan di dalam dirinya
bertugas untukmenjaga keseimbangan alam.
Disana ia menekuri ilmu-ilmu warisan leluhur
disana pula ia menemukan jati dirinya:
menjadi bissu
Calabai adalah sebuah novel tentang jiwa
perempuan yang terperangkap dalam tubuh
lelaki tubuh yang pemiliknyasendiri kerap
gagap memahaminya.calabai mengulik sisik melik kehidupan bissu
ahli waris adat dan tradisi luhur suku bugis,yang dipercaya
menjadi penghubung antara alam manusia dan
alam dewata.