“Gue bukannya mau lo jadi perawan tua,” ucap Gellar. Perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. “Gue juga sebenarnya gak mau kesepian.” Lanjutnya. “Gue tau itu egois banget. Tapi gue gak punya siapa-siapa. Nanti kalo lo pacaran sama orang, terus gue gak bisa peluk-peluk lo lagi dong? Gue gak bisa tidur sama lo lagi, gue gak bisa ke rumah lo setiap hari, gue gak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus lo lebih milih cowok lo daripada gue, terus gue sendirian main PS di kamar. Nanti gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue gak mau, Ta. Gue gak mau sendirian.”
Gita terdiam, merasa seperti dirinya di dorong dari jendela apartemen ke lantai dasar.
“Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf.”
Salwa Radin Azkia, lahir di Bekasi pada tanggal 8 Maret 1997. Sedang menjalani studi di Universitas Brawijaya, Malang, menuju S.IKom. Sudah menulis sejak SMP, namun baru mempublikasikan cerita-ceritanya saat duduk di bangku SMA setelah dikenalkan dengan Wattpad oleh Syanis Rizqya. Sering mengalami insecure pada karya-karyanya, menghapus beberapa cerita yang telah dipublikasikan, mengalami kehilangan file karena laptop dicuri orang, dan insiden-insiden lainnya.
Novel ini penulisannya asik banget. Engga akan terasa capek bacanya. Udah gitu jalan ceritanya oke banget. Recommended bgt deh yang suka baca cerita ringan-ringan tapi tetep dapet maknanya. Cinta bgt sama tulisan-tulisannya Kak Radin!