Ibu berpesan untuk menjadikan Yumi, Kim Yu Mi, istri. Yumi pun sudah setuju. Dia akan menungguku, katanya, menjemput dan membawanya sebagai istri ke Indonesia.
Setelah mengumpulkan uang, aku pun mengejarnya hingga ke Korea. Entah mengapa, Yumi menghilang. Menghindar. Sementara, aku terus mencarinya. Hingga pada suatu malam bersalju, kutemukan dia berurai air mata.
“Frans, bawa aku pergi dari sini. Aku tidak bahagia dengan pernikahanku. Aku ingin hidup bersamamu.”
Saat itu, aku tidak memikirkan hal lain. Saat itu, aku tidak sadar bahwa aku tidak sedang berada di negara sendiri. Saat itu, yang aku tahu aku telah menemukan potongan jiwaku yang hilang. Ya, saat itu.