Untuk menanamkan simpati pada anak, anak perlu percaya pada kekuatan simpati yang menenangkan hati orang lain. Anak juga perlu mampu memposisikan diri menjadi orang lain, memahami situasi seseorang, dan memahami berbagai emosi.
Dinosaurus adalah hewan paling tinggi dan besar, hingga terkadang hewan lain takut padanya. Hal itu membuatnya sedih, ia menemukan genangan air mata, lalu meminum air itu hingga tertidur. Saat terbangun, ia menjadi lebih kecil dari tikus. Hewan-hewan lain pun mulai menggoda dan mengajaknya bermain, tapi dinosaurus ketakutan. Saat bersembunyi, dia dihibur oleh tupai. Mereka pun bermain bersama. Dinosaurus ingin kembali ke wujud aslinya, dia pun mencari genangan air mata itu. Saat menemukannya, dinosaurus pun perlahan berubah menjadi wujudnya yang asli. Saat itu, dia berjanji tidak akan menyakiti hewan kecil, sehingga dinosaurus pun bisa berteman dengan hewan lainnya.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.