Saigo Takamori adalah pemimpin Samurai terakhir. Kematiannya mengakhiri ratusan tahun tradisi Samurai sekaligus menandai kelahiran Jepang modern. Dia adalah sosok yang terjebak dalam paradoks: abdi yang setia kepada kaisar, namun juga pemimpin pemberontak; pejuang yang gagah perkasa, tetapi juga ahli puisi China.
* * *
Samurai identik dengan prajurit utama. Dengan baju besi yang rumit, pedang tajam, dan prinsip kehormatan yang ketat, sosok Samurai menjadi ikon yang pengaruhnya masih terasa hingga saat ini. Ketenarannya mengilhami banyak film, novel, komik, video game, bahkan perkumpulan seni.
Dalam buku ini, melalui kisah Saigo Takamorisang Samurai terakhirJohn Man mengungkapkan cerita yang sebenar-benarnya, bukan legenda belaka, tentang Samurai. Dari kelahirannya di bawah bayangan gunung berapi Sakurajima hingga kematiannya yang mulia dengan ritual bunuh diri seppuku, buku ini bagai layar sejarah yang menampilkan budaya, tradisi, dan norma-norma luhur Samurai.
Dikemas dalam bingkai cerita nyata dan dirajut dengan gaya bertutur novel, inilah epos mengagumkan tentang Samurai terakhir, tokoh yang menjadi pendorong revolusi Jepang dan pada saat yang sama menjadi korbannya.
John Man, bermukim di London, adalah sejarawan dan travel writer dengan minat khusus ihwal Mongolia. Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman dan Prancis di Oxford, ia mengambil dua program sekolah pascasarjana: kajian sejarah sains di Oxford dan studi bangsa Mongol pada School of Oriental and African Studies di London.
Karyanya, Gobi: Tracking the Desert, adalah buku pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. Ia juga pengarang Atlas of the Year 1000, sebuah potret dunia pada pergantian milenium; Alpha Beta, tentang awal mula alfabet; The Gutenberg Revolution, sebuah telaah tentang asal-usul dan dampak percetakan; The Great Wall, buku sejarah mengenai situs keajaiban dunia di China, Tembok Besar; dan The Leadership Secrets of Genghis Khan, prinsip dan rahasia sukses kepemimpinan Jenghis Khan.
Selain itu, John Man juga menulis Genghis Khan, Kublai Khan, dan Attila the Hun--ketiganya buku mengenai biografi tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno. Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia yang tulisannya paling banyak dibaca.