Kumpulan dua puluh cerita hantu dari Thailand yang berakar pada satu hal yang tidak pernah benar-benar pergi: karma. Dari kesalahan kecil yang diabaikan, sampai dosa besar yang berusaha dilupakan, semuanya perlahan datang menuntut balasan. Bukan hanya lewat hukuman yang terlihat, tetapi juga hadir lewat kejadian-kejadian ganjil, rasa bersalah yang mengganjal di hati, hingga sosok-sosok yang muncul pada saat paling sunyi. Setiap cerita menghadirkan manusia biasa dengan pilihan-pilihan yang keliru, mereka yang menyakiti, mengabaikan, menipu, atau sekadar menertawakan penderitaan orang lain. Namun, di balik semua itu, ada sesuatu yang terus mengingat, mengikuti, dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali. Ketika saatnya tiba, karma akan menemukan jalannya sendiri.
Selling Point:
Karma yang Tak Pernah Lupa menghadirkan kisah horor Thailand yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sekarang: dunia yang dipenuhi komentar, penilaian, dan kata-kata yang diucapkan tanpa pikir panjang. Rasa takut dalam buku ini tidak datang dari sesuatu yang tiba-tiba, tetapi tumbuh perlahan dari kesalahan manusia sendiri, dari ejekan, kebencian, rasa iri, sampai penyesalan yang
terlambat disadari. Di situlah suasana horornya terasa lebih nyata, karena bersumber dari hal-hal yang sering kita anggap sepele.
Cerita-ceritanya tidak mengandalkan kejutan yang berlebihan, tetapi lebih membangun ketegangan lewat suasana, rasa bersalah, dan konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Setiap kisahnya singkat, padat, dan mudah diikuti, tetapi sanggup menyisakan rasa tidak nyaman, yang dapat menjadi pengingat bahwa perbuatan apa pun yang kita lakukan, sekecil apa pun itu, mungkin tidak pernah benar-benar hilang, dan suatu hari bisa kembali dengan cara yang tidak disangka-sangka.