Di tengah derasnya arus teknologi, anak-anak tumbuh di dunia yang serbacepat, terhubung, tetapi sering kali terasing. Buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana era digital membentuk perilaku, emosi, dan relasi sosial anak—dari kecanduan gawai dan game, kecemasan serta depresi, hingga penurunan komunikasi interpersonal dan aktivitas fisik.
Ditulis oleh para ilmuwan psikologi, praktisi dan psikolog klinis di bawah naungan Ikatan Psikologi Klinis (IPK) HIMPSI, buku ini memadukan teori psikologi, temuan ilmiah, dan praktik lapangan, menjadi panduan komprehensif bagi orangtua, pendidik, dan profesional kesehatan mental. Lebih dari sekadar analisis, buku ini menawarkan strategi nyata untuk menumbuhkan resiliensi digital dan pola asuh adaptif. Sebuah ajakan reflektif untuk memastikan anak-anak kita tumbuh tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga sehat secara emosional dan sosial.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.