Burung phoenix. Lambang kebangkitan dan keabadian dalam mitologi Yunani. Tunggul menatonya dengan sangat indah di punggungku. “Burung phoenix cocok dengan karaktermu, Mawar,” katanya. Aku nurut saja karena aku pun sedang terpuruk.
Barangkali tato ini bisa jadi simbol bahwa aku mampu bangkit dan bertahan hidup. Namun, dua bulan setelah tato terukir, yang bangkit dalam diriku bukan kekuatan. Melainkan rasa sayang, kasih, dan hasrat yang menggebu-gebu kepada Tunggul. Apa yang terjadi denganku? Suatu hari di gereja, aku meminta seorang biarawati memeriksa tato itu. Tepat saat bajuku tersingkap, wajahnya menegang dan kedua matanya membulat. “Ya Tuhan! Ini bukan burung phoenix. Ini simbol satanis yang disamarkan.
Selling Point:
Nadia Omara adalah seorang kreator konten yang dikenal melalui kisah-kisah horor, misteri, sejarah, dan investigasi kasus kriminal nyata. Berawal dari kecintaannya pada dunia bercerita, lewat kanal YouTube pribadinya, Nadia mengajak jutaan penonton menjelajahi berbagai kisah seru dan menegangkan dari seluruh dunia. Dengan gaya tutur yang khas, ringan, dan hangat, ia mampu
menghidupkan cerita hingga membuat pendengarnya seolah menyaksikan langsung setiap peristiwa yang diceritakan. Kisah Horor Wawak adalah buku pertamanya. Melalui buku ini, Nadia merangkul audiens dengan cara yang berbeda. Bukan dengan suara, melainkan dengan kedalaman kata-kata. Setiap kisah memuat pengalaman horor nyata yang dibagikan oleh para Wawak—panggilan sayang Nadia untuk penontonnya.