Kita berusaha membalas setiap pesan. Mengikuti postingan orang-orang di berbagai aplikasi. Gonta-ganti gadget agar bisa menyelesaikan semua urusan. Itulah yang dinamakan kelelahan digital.
Paul Leonardi, pakar manajemen digital, menawarkan pendekatan yang realistis dalam hubungan kita dengan perangkat digital. Masalahnya bukan pada seberapa lama kita menatap layar, melainkan bagaimana perangkat tersebut diam-diam mendikte perhatian, cara berpikir, dan emosi kita. Kita merespons terlalu cepat, menggunakan perangkat yang tidak tepat untuk suatu urusan, dan tetap ‘aktif’ jauh setelah jam kerja usai—lalu menyalahkan diri sendiri karena merasa kelelahan.
Berdasarkan riset yang dilakukan selama dua dekade dan dilengkapi dengan kisah-kisah nyata, Digital Exhaustion memperkenalkan aturan sederhana dan didukung bukti ilmiah yang akan membuat kita mampu:
- mengatur arus informasi sesuai ritme kita sendiri tanpa takut keteteran
- menggunakan perangkat dengan lebih efektif
- mengenali jebakan emosional yang membuat kita susah berkembang.
Tidak ada rasa bersalah. Tidak ada perubahan gaya hidup yang radikal. Hanya tip praktis untuk membuat kita lebih berenergi, lebih hadir di momen saat ini, dan lebih bisa memegang kendali atas hari-hari kita.
ANDA TIDAK PERLU DETOKS DIGITAL. ANDA HANYA PERLU CARA YANG LEBIH SEHAT UNTUK HIDUP BERSAMA TEKNOLOGI.
Keunggulan:
- Tidak mengajarkan untuk detoks digital karena kita tidak mungkin hidup tanpa gadget.
- Mengajarkan cara-cara kita bisa tetap menggunakan gadget tapi dengan lebih efektif, lebih tepat dengan pekerjaan kita, sehingga mengurangi rasa kelelahan digital.
- Bisa diterapkan untuk pekerjaan, pribadi, dan peran sebagai orangtua.