KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah tokoh politik dan Presiden Ke-4 Republik Indonesia. Lebih dalam dari itu, Gus Dur adalah seorang intelektual publik yang datang dari lingkungan pendidikan dan kebudayaan Nahdlatul Ulama. Melalui berbagai tulisannya, Gus Dur menyuarakan beragam hal, mulai dari kebebasan, kebhinekaan, serta hubungan negara dan agama, sosial juga budaya. Namun, dalam sejumlah tulisan lain, kita juga menemukan pergulatan minat dan pemikiran Gus Dur tentang ekonomi.
Sesekali Gus Dur masih mempertanyakan “Sistem Ekonomi Islam”, mempertanyakan efektivitas “Sistem Ekonomi Sosialis”, dan jelaslah Gus Dur mengkhawatirkan atas “Sistem Ekonomi Kapitalis”. Bukan hanya sebatas tulisan, Gus Dur juga memanifestasikan gagasan-gagasannya perihal ekonomi. Di lingkungan NU, ia mendorong tumbuhnya ekonomi pesantren dan memberikan perhatian yang tinggi pada koperasi. Gus Dur pernah mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan menggandeng Grup Summa pada 1990 dengan nama BPR Nusumma—bekerja sama dengan Edward S. Soeryadjaya.
Buku ini hendak meneroka kembali dan menafsir pemikiran dan manifesto sikap Gus Dur tentang bagaimana ekonomi rakyat itu sejatinya tercipta di Indonesia. Buku yang diangkat dari tesis Arif Budianto ini penting dibaca oleh mahasiswa dan akademisi ekonomi maupun intelektual publik yang berminat pada pemikiran Gus Dur dan wacana ekonomi di Indonesia.
*****
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Bergabunglah dalam kelompok membaca atau forum literasi. Diskusikan buku yang Anda baca dan dapatkan rekomendasi dari sesama pembaca. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Libatkan keluarga dalam kegiatan membaca. Bacakan cerita untuk anak-anak atau ajak mereka membaca bersama. Ini menciptakan ikatan keluarga yang erat melalui kegiatan positif. Jangan ragu untuk menjelajahi genre baru. Terkadang, kejutan terbaik datang dari buku yang tidak pernah Anda bayangkan akan Anda nikmati. Manfaatkan teknologi dengan membaca buku digital atau bergabung dalam komunitas literasi online. Ini membuka peluang untuk terhubung dengan pembaca dari seluruh dunia.