Esai-esai dalam buku ini bertolak dari aneka penelitian dan kajian kebudayaan seputar maling, mitos, perempuan, dan sastra. Ada kajian mengapa perilaku maling sulit diberantas dan korupsi terus merajalela, mengapa mitos harus dibangkitkan pada era kekinian dan keakanan, mengapa budaya patriarkat digugat, mengapa kita perlu humor, dan mengapa kita perlu memahami puisi-puisi Gus Mus. Ada pula telaah tentang tubuh yang dikaitkan dengan hasrat hidup manusia dan keunikan tubuh waria.
Apakah seni masa pandemi berbeda dari seni prapandemi dan pasacapandemi? Triyanto menjawab pertanyaan itu lewat sehimpun esai yang sebagian panjang sebagian pendek, sebagian sedang-sedang saja.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2025
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.