Peradaban Islam pada masa keemasan banyak melahirkan para pemikir genius di berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, astronomi, matematika, fisika, dan filsafat. Dimulai dari era Abbasiyah I (132-232 H), dilakukan penerjemahan besar-besaran karya-karya asing—sebagian besar dari Yunani—ke dalam bahasa Arab di Baghdad. Inilah era penerjemahan. Lanjut ke era Abbasiyah II (232-334 H), era pengembangan dan penemuan. Pada era inilah muncul filsuf al-Kindi. Lanjut ke era Abbasiyah III (334-474 H). Pada era ini muncul filsuf Ibnu Sina, Ikhwan Shafa, dan al-Ghazali. Lanjut ke era Abbasiyah IV (474 H hingga runtuhnya), ilmu pengetahuan—terutama filsafat—berpindah ke Andalusia yang memunculkan para filsuf seperti Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail, dan Ibnu Rusyd.
Buku ini memaparkan secara detail dua belas filsuf Muslim paling penting, dari al-Kindi sampai Ibnu Miskawaih. Tidak hanya dari sisi kehidupan dan aktivitas, tetapi juga dari sisi pemikiran filsafat dalam karya mereka. Juga perdebatan filosofis yang seru, terutama antara al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Mereka tidak hidup sezaman dan setempat, tetapi pemikiran “Hujjatul Islam” al-Ghazali dalam kitab Tahafut al-Falasifah yang menyerang filsafat al-Farabi dan Ibnu Sina yang Aristotelian, menggugah “Hujjatul Hikmah” Ibnu Rusyd untuk membela filsafat dengan kitabnya, Tahafut at-Tahafut. Inilah pergulatan filosofis paling epik dalam sejarah filsafat Islam. Dua tokoh ini juga yang selama berabad-abad sangat berpengaruh di dunia: al-Ghazali di Timur dan Ibnu Rusyd di Barat.
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Januari 2026
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.