Jika selama ini ketahanan nasional dikupas dengan pendekatan Astagatra versi Lemhanas, buku ini membahasnya melalui kajian sejarah perkembangan kebudayaan dan peradaban bangsa. Melalui perspektif ini, ketahanan nasional dipandang sebagai daya sintas suatu bangsa, yang berisi keuletan, ketangguhan, dan keunggulan yang dapat mengembangkan kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Tiga ranah utama kehidupan sosial-budayam, yaitu mental-spiritual, institusional-politikal, dan material-teknologikal, digunakan untuk mengupas soal ketahanan nasional.