Aku memang bukan cinta pertamamu, tapi izinkan aku menjadi cinta terakhir yang menghadirkan surga untukmu.” Pertemuan pertama kita memang tidak menciptakan kesan yang indah, tapi mampu membuat namamu terukir dalam hatiku. Sungguh, segala hal tentangmu mampu membuat hatiku berdebardebar. Namun, sebaik-baiknya rencana adalah milik Allah SWT. Niatku untuk mengkhitbahmu harus dikubur dalam. Ya, kamu lebih dulu menerima
pinangan orang lain. Sakit, sedih, kecewa, itulah yang kurasakan. Dalam proses mengikhlaskanmu, Allah kembali mempertemukan kita dengan ketidaksengajaan. Ya Allah, apakah ini pertanda dari-Mu jika Aliza memang jodohku? Atau pertemuan ini hanya bentuk ujian dari-Mu untuk melihat keikhlasanku?