FILSAFAT HUKUM: Pergulatan Filsafat Barat, Filsafat Timur, Filsafat Islam, Pemikiran Hukum Indonesia Hingga Metajuridika di Metaverse (HARD COVER) (Soft Cover)
Buku ini berbeda dengan buku filsafat hukum pada umumnya. Jika buku filsafat hukum cenderung memusatkan perhatian pada filsafat hukum Barat, maka buku ini tidak hanya berhenti pada filsafat hukum Barat, melainkan juga mengajak pembaca bertamasya menikmati filsafat hukum Timur (Cina dan India), filsafat Islam, dan pemikiran pemikir hukum Indonesia. Tidak hanya itu, buku ini lebih jauh menyentuh isu terkini berkaitan dengan realitas virtual yang menjadi tantangan filsafat hukum masa depan.
“Pada akhirnya hukum harus kembali pada induknya: Filsafat. Tentu bukan dalam upaya mencari suaka epistemik, melainkan sebagai siasat mencegah hukum tergelicir di jalan “profesionalisme”. Di sini profesi hukum, yang asal-usulnya adalah profesi etis, berubah menjadi sekadar profesi teknis. Keahlian menjadi semata-mata kecakapan membela klien, bukan membela keadilan. Buku ini menuntun kita memahami ide dan sejarah pemikiran hukum, sekaligus mendorong para ahli hukum untuk menjadikan hukum sebagai pedoman etis, dan bukan sekadar keahlian teknis.” – Rocky Gerung
“Alasan adanya hukum adalah demi keadilan. Untuk membuktikan kebenaran alasan itu, Dr. Widodo Dwi Putro mendiskusikan secara sistematis dan komprehensif berbagai aliran, perspektif, dan paradigma dalam filsafat hukum, seperti teori hukum kodrat, positivisme hukum, Critical Legal Studies, hukum progresif, dan lain-lain. Telaahnya kritis, kompeten, dan mencakup spektrum yang luas, mulai dari pemikiran hukum di Barat, kontribusi pemikiran Islam, sampai pemikiran hukum di Indonesia. Isu-isu kontemporer dalam filsafat hukum juga tidak luput dari perhatiannya, seperti: isu gender, lingkungan hidup, dan teknologi digital.
Ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dengan contoh-contoh dari konteks masyarakat kita, buku ini dapat menjadi referensi bukan hanya bagi mereka yang ingin mempelajari filsafat hukum, melainkan juga bagi mereka yang sudah gelisah untuk mengembangkan filsafat hukum Indonesia.” – Prof. Dr. Fransisco Budi Hardiman. Guru Besar Filsafat Universitas Pelita Harapan.