Tokoh dunia yang bernama Paus Fransiskus itu, semasa hidup dan kepemimpinannya, telah mendorong Gereja Katolik untuk melewati batas. Mereka yang berada di zona nyaman atau kaum ultrakonservatif sering mengerutkan kening.
bahkan melemparkan kemarahan. Dorongan itu juga menimbulkan pro dan kontra. Namun, pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu bergeming karena yang diperjuangkan adalah kemurahan hati, bukan kesombongan atau arogansi kekuasaan. Dia ingin membawa Gereja Katolik pada pusat kemurahan hati, tempat semua orang tidak lagi dibeda-bedakan berdasarkan penilaian manusia belaka.