Bangka Belitung dan Aceh adalah dua wilayah Nusantara yang kaya akan sejarah, budaya, dan kekayaan alam. Dalam perjalanan waktu, kedua daerah ini telah menunjukkan bahwa keunikan mereka bukan hanya terletak pada keindahan alam atau kekayaan sumber daya, tetapi juga pada semangat dan daya juang masyarakatnya.
Buku Di Antara Dua Karang, Dari Serumpun Sebalai ke Serambi Mekkah, merupakan refleksi dari pengalaman penulis terhadap perjuangan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat Bangka Belitung dan Aceh, dalam menghadapi persoalan dan tantangan di kedua daerah tersebut.
Bangka Belitung dengan persoalan inflasi yang tinggi. Sementara Serambi Mekkah, Aceh, menghadapi tantangan bencana alam karena berada di wilayah yang memiliki sumber gempa dari segmen patahan daratan dan zona subduksi di lepas pantai barat Aceh. Selain itu, Aceh juga sedang menghadapi hajatan besar, yaitu menjadi penyelenggara PON XXI dan Pilkada, yang keduanya harus terselenggara dengan baik, aman, dan damai.
Buku yang tersaji di hadapan pembaca ini, pada hakikatnya merupakan perjalanan yang merefleksikan kepemimpinan yang ideal, bekerja dengan hati, memiliki wawasan kewilayahan yang baik, serta sigap dan tanggap dalam menghadapi setiap kendala yang menghambat kemajuan bersama.
Terima kasih telah mengikuti perjalanan ini. Semoga kisah-kisah yang terurai dalam buku ini menjadi pengingat bahwa kekayaan sejati terletak pada identitas kita sebagai bangsa pejuang, yang bersatu dalam keragaman.