Wahyuni alias Wawuk tak pernah melupakan kejadian 30 tahun yang lalu ketika ibunya, Kustiyah, nekad pergi sendirian dari Sleman ke Jakarta untuk datang ke pernikahan putra Pak Hargiyono, seorang purnawirawan Jenderal Angkatan Darat yang menjadi komisaris utama salah satu perusahaan BUMN.
Waktu itu Kustiyah khusus memasak tiwul–makanan yang terbuat dari tepung singkong–untuk dibawanya ke tempat resepsi sebagai kado yang dia yakini akan menjadi kado paling istimewa di antara kado-kado lain. Kustiyah yang pada masa agresi Belanda di tahun 1949 bekerja di dapur umum, hampir tiap pagi menyuguhkan sarapan tiwul ini kepada para anggota pasukan Tentara Pelajar, termasuk sang komandan, yang tidak lain ialah “Mas” Hargiyono.
Kustiyah tak pernah tahu nasib kadonya, yang menyelip di antara ratusan kado lain. Kustiyah juga tak pernah tahu bagaimana sebenarnya tanggapan Pak Hargiyono atas kehadirannya pada resepsi pernikahan putranya itu. Kustiyah hanya peduli, bahwa Pak Hargiyono tak pernah menolak waktu ia mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan perbincangan di lain kesempatan.
Setelah 30 tahun terus berharap, Kustiyah tak bisa lagi menunda kepergiannya ke Jakarta untuk bertemu lagi dengan Pak Hargiyono. Dan, Wawuk tak bisa berbuat lain selain mengantar ibunya pergi ke kediaman Pak Hargiyono di kawasan paling bergengsi di Jakarta.
******
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Bergabunglah dalam kelompok membaca atau forum literasi. Diskusikan buku yang Anda baca dan dapatkan rekomendasi dari sesama pembaca. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Libatkan keluarga dalam kegiatan membaca. Bacakan cerita untuk anak-anak atau ajak mereka membaca bersama. Ini menciptakan ikatan keluarga yang erat melalui kegiatan positif. Jangan ragu untuk menjelajahi genre baru. Terkadang, kejutan terbaik datang dari buku yang tidak pernah Anda bayangkan akan Anda nikmati. Manfaatkan teknologi dengan membaca buku digital atau bergabung dalam komunitas literasi online. Ini membuka peluang untuk terhubung dengan pembaca dari seluruh dunia.