Deskripsi:
Hari ini olahraga bukan lagi sekadar tentang kompetisi, kebugaran, dan prestasi. Di era digital, setiap ajang kepentingan simbolik, komersial, dan naratif. Lalu, bagaimana sebuah lomba lari dapat bertransformasi menjadi fenomena budaya, pendorong ekonomi, sekaligus produk media yang dikonsumsi secara massal?
Buku Mediatisasi Olahraga membongkar secara tajam bagaimana Borobudur Marathon, salah satu event lari paling bergengsi di Indonesia, berada dalam tarikan kuat logika media. Melalui studi kasus mendalam tentang peran harian Kompas sebagai penyelenggara, buku ini membedah proses "mediatisasi"-sebuah proses ketika institusi olahraga dan media saling memengaruhi secara dinamis, mengubah ajang lari ini dari kompetisi mumi menjadi sebuah komoditas budaya dan produk pariwisata.
Dengan pendekatan kritis, penulis menelusuri bagaimana teknologi (drone, aplikasi, media sosial), narasi (togline), dan jaringan sponsor yang kompleks saling berkelindan untuk mengemas ulang pengalaman berlari. Olahraga tidak lagi berdiri sendiri, ia telah terintegrasi dengan logika industri hiburan (sportainment), pariwisata (sport tourism). dan periklanan.
Lalu, apa yang hilang dan apa yang datang dalam proses ini? Buku ini mengungkap sebuah pergeseran fundamental: dari ajang prestasi menjadi selebrasi media. Ketika "tarikan logika media terasa lebih kuat daripada tarikan logika olahraga", makna kompetitif perlahan meredup, tergantikan oleh nilai komersial dan pengalaman rekreatif yang terkonstruksi secara rapi.
Sebuah bacaan esensial bagi mahasiswa, akademisi, praktisi media, penyelenggara acara, dan siapa pun yang tertarik pada persimpangan krusial antara olahraga, media, dan budaya kontemporer.
Buku ini menyingkap olahraga bukan hanya sebagai ajang kompetisi fisik, tetapi juga sebagai sebuah konstruksi sosial yang digerakkan oleh logika media, industri, dan narasi budaya Mistra Budisa dengan tajam dan kritis mengupas lapisan-lapisan realitas di halk Borobudur Marathon-dari albasilari hingga komodlika simbolik. Karya ini penting dibaca bagi akademisi, praktis media, penyelenggara event, dan para pengambil kebijakan, atau bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif saling bertaut dalam ekosistem digital Indonesia Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik India.
****
By using case study of the Barbuda Marathon, Dr. Mistra bringe an insightful approach to examining how the power of sport can shape societal factors. Recognizing that sport is more than simply playing a game, or participating in an event, he was in the various ways sport is constructed, and how meanings are conveyed to the public. This case study approach allows a deep look into how media specifically transformed one event into cultural touch point, and how the public engagement with the Marathon has tranformed over time. Lauren Reichart Smith, Communication Studies, Sports Communication & Media
Rowan University, New Jersey, USA
Kategori dan Rangking Bestseller:
Jadilah yang Pertama untuk Review