Dalam kehidupan di era modern ini, berbicara mengenai pendidikan sama pentingnya dengan penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Tepatnya, ada cukup banyak—kalau tak mau dibilang “sangat banyak”—isu, tren, dan perkembangan yang seyogianya menjadi perhatian kita bersama. Hal ini dimulai dengan menunjukkan ide-ide konkret terhadapnya. Dan dalam hal ini, pandangan seorang pendidik dan praktisi intelektual seperti Odemus Bei Witono, atau Romo Bei Witono, penting untuk dapat kita cermati bersama.
Menarik kiranya bahwa dalam tulisan Bei Witono di buku ini yang berjudul “Konsep Dasar Hakikat Pembelajaran”, dikemukakan pentingnya praktik pengajaran yang tidak hanya efektif, tetapi juga bermakna. Hal ini terutama menghadapi berbagai tantangan di masa sekarang, mulai dari kesenjangan generasi, perbedaan pola asuh, hingga disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan. Sekolah maupun lembaga penyelenggara pendidikan sudah lama didesak untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan siswa dalam merapal dan menghafal, tetapi memahami dan menerapkan. Proses belajar mengajar pun perlu dientaskan dari perspektif proyek yang menekankan hasil sebagai metode pengukuran mutlak. Sebaliknya, perlu memberikan penghargaan pada individu dan pengakuan terhadap ruang-ruang yang kelak mampu mendistingsikan manusia dari mesin.
Adapun banyak hal lain yang tak kalah penting dikemukakan dalam penyusunan buku ini diharapkan menjadi sari pati yang bermanfaat bagi pembaca sekalian, untuk dapat kita gunakan sebagai pedoman dan refleksi pengajaran di masa lalu, kini, hingga masa mendatang.