Mencegah kelahiran prematur adalah sebuah prinsip. Namun bila kehidupan hadir lebih cepat dari yang kita duga, kasih sayang, perawatan dan pemahaman yang tetap dapat menuntun bayi prematur tumbuh penuh harapan.
Bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu idealnya dirawat di ruang NICU karena membutuhkan pengawasan dan perawatan intensif. Namun, di negeri seluas Indonesia dengan fasilitas kesehatan yang belum merata, tidak semua bayi prematur memiliki kesempatan itu.
Di tengah keterbatasan, langkah sederhana justru dapat menjadi penyelamat. Kolostrum yang diperah sejak awal kehidupan adalah nutrisi terbaik, sementara kangaroo care (skin-to-skin contact) jika dilakukan akan membantu menstabilkan suhu tubuh bayi prematur sehingga mereka tidak kedinginan, menenangkan napas dan detak jantung, serta membuat bayi merasa aman di pelukan.
Sentuhan kulit ke kulit ini juga mempermudah proses menyusui awal dan bonding – ikatan kasih sayang – ibu dan anak, yang memberi dukungan besar bagi daya tahan tubuh si kecil prematur yang masih sangat lemah.
Buku ini lahir dari kolaborasi tiga dokter dengan latar belakang berbeda namun satu tujuan: seorang Obgyn yang berupaya menekan angka kelahiran prematur, seorang Neonatolog yang berfokus pada perawatan bayi prematur, dan seorang Spesialis Anak yang memperjuangkan pentingnya kolostrum serta kangaroo care.
Semoga buku ini dapat menjadi sahabat bagi orang tua dalam memahami kondisi prematuritas buah hati mereka, sekaligus menginspirasi rekan sejawat di seluruh Nusantara untuk bersama-sama meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur.