Karena kehidupanku biasa saja, jadi aku hanya menceritakan seputar kakak dan adik
bungsuku dengan sesekali menyisipkan rasa kagumku terhadap Marven Leonel, sang
dambaan di sekolah. Aku tahu kalau Marven itu terlalu high heels untuk aku yang sandal
jepit.
Kisah ini terlihat begitu sempurna, hingga kehadiran Hasbi dalam seketika
menjungkirbalikkan duniaku. Aku yang tadinya terus menghindar karena tingkah dia
yang nyeleneh, mendadak menjadi sangat bergantung padanya. Namun, pada akhirnya
semesta berkonspirasi untuk menjadikanku sebagai gadis yang paling menyedihkan di
dunia ini.