Fa firru ilallah membahas tentang futur atau perasaan malas dalam ibadah. Buku ini memberikan solusi untuk bersegera menaati Allah dan surga merupakan sebuah interpretasi dari “imbalan” atas usaha menangani futur dengan fa firru ilallah. Dimana hijrah bukanlah cara untuk melepaskan diri dari kesedihan, bukanlah jaminan untuk mendapat kebahagiaan. Hijrah adalah cara menyelamatkan diri dan agama. Sedangkan kembali kepada Allah setelah futur tidak akan mampu dijalani kecuali orang yang mempunyai kemauan mendekati Allah. Salah satu kutipan favoritku yang dapat direnungkan dalam buku ini adalah ketika sesuatu begitu sulit, bagi kita tidak mungkin, atau bahkan tidak pernah terlintas, namun bagi Allah itu semua mudah. Dimana dalam buku ini kita diajarkan bahwa kebahagiaan itu bernama kenikmatan dalam beribadah. Putri Aqilla Ramadhani (penulis buku PEREMPUAN). Setiap untaian kata yang tergores dan tersusun dalam buku Fa Firru Ilallah terasa mengalirkan kebaikan, keberkahan, dan kebermanfaatan bagi sebanyak-banyaknya insan. Tulisan-tulisan Wirdha yang penuh hikmah mampu menjadi pelita di kala gelap gulita dan menjadi teman dalam menjalani lika-liku kehidupan. Dawam Faizul Amal (penulis buku Bismillah Pasti Bisa).