“Dalam sejarah tasawuf, pembaruan terjadi bukan sejak abad ke-19 yang oleh beberapa sarjana disebut sebagai ‘neo-Sufisme’. Syekh Zarruq telah mewujudkannya pada abad ke-15 melalui buku ini.”—Zacky Khairul Umam, Ph.D, Pengajar Sejarah Islam di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)BACK COVERTasawuf kerap kali disalahpahami: pengalaman batin bercampur klaim-klaim tak teruji, syariat dan hakikat dipisahkan seolah tak berhubungan. Banyak pencari jalan spiritual berjalan tanpa kompas. Di tengah kerancuan itu, Kaidah-Kaidah Tasawuf karya Syekh Zarruq hadir.Melalui rangkaian kaidah yang tertib dan bernas, Syekh Zarruq memulihkan tasawuf sebagai disiplin yang berakar pada syariat dan terhubung erat dengan fikih serta tauhid. Perjalanan ruhani dijelaskan sebagai proses pendidikan jiwa yang runut serta memerlukan wirid yang tepat, bimbingan guru yang mumpuni, dan adab yang terpelihara.Buku ini menawarkan cara menimbang ajaran dan praktik tasawuf secara jernih: membedakan kedalaman batin dari penyimpangan, serta memberi arah bagi siapa pun yang menginginkan spiritualitas yang shahih, tertib, dan berdasar. Sebuah panduan yang memadukan ketelitian intelektual dengan kearifan para sufi, sekaligus kompas bagi para salik yang ingin melangkah lebih pasti.SINOPSISKaidah-Kaidah Tasawuf adalah karya penting Syekh Ahmad Zarruq yang menata ulang lanskap tasawuf dengan ketelitian seorang ahli fikih dan kepekaan seorang pendidik ruhani. Dalam 224 kaidah aforistik yang bernas, ia merumuskan fondasi jalan spiritual yang bertumpu pada disiplin syariat serta pengalaman batin yang jernih.Kitab ini muncul pada masa ketika tasawuf kerap bergeser dari fondasinya. Berbagai penyimpangan membuatnya tampak jauh dari tradisi ilmiah yang mapan, sementara sebagian kalangan memandangnya dengan curiga. Syekh Zarruq merespons keadaan itu dengan memperlihatkan bahwa disiplin lahir dan batin dapat berpadu dalam satu sistem yang kokoh. Baginya, perjalanan menuju Allah menuntut keluasan pemahaman hukum, pengenalan mendalam terhadap adab, dan kepekaan terhadap gerak hati.Pembahasan tentang peran mursyid, keikhlasan, kesungguhan beramal, dan teknik penyucian jiwa disusun dengan ketelitian seorang teoretikus sekaligus kecermatan seorang praktisi. Setiap kaidah membuka ruang refleksi tentang bagaimana prinsip itu bekerja di dalam kehidupan sehari-hari. Di tangan Syekh Zarruq, tasawuf tampil sebagai ilmu yang hidup: berakar kuat pada syariat dan ditujukan untuk membentuk manusia yang terarah,bersih hati, dan matang secara ruhani.