| Harga Resmi | : | Rp. 55.000 |
| Harga | : | Rp. 45.000 (18% OFF) |
| Ketersediaan | : | Stock di Gudang Supplier |
| Format | : | Soft Cover |
| ISBN | : | 6238661488 |
| ISBN13 | : | 9786238661480 |
| Tanggal Terbit | : | Juni 2026 |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Penerbit | : | Turos |
“Ibnu Sina dalam buku ini menekankan teori spesialisasi dan pembagian kerja, jauh sebelum Adam
Smith dengan The Wealth of Nations-nya. Ia tidak melihat ekonomi sebagai angka statistik belaka,
tetapi sebagai bagian tak terpisahkan dari manajemen rumah tangga, politik, dan etika moral.”
—Dr. Nurizal Ismail, M.A.,
Pakar Pemikiran Ekonomi Islam dan Dosen International Islamic University Malaysia (IIUM)
BACK COVER
Selama ini kita mengenal Ibnu Sina (980–1037 M) sebagai bapak kedokteran modern.
Namun, lewat Filsafat Rumah Tangga, ia membuktikan kejeniusannya yang lain:
merumuskan panduan manajemen diri dan kelola ekonomi keluarga yang melampaui
zamannya. Buku ini hadir sebagai jawaban nyata atas tantangan budaya konsumerisme
modern melalui tata kelola finansial yang seimbang.
Buku ini mengajak kita menyadari bahwa harmoni yang lebih besar selalu bermula dari cara
mengelola diri dan unit terkecil dalam hidup kita. Kita akan menemukan perspektif Ibnu Sina
mengenai tata kelola rumah tangga bukan sebagai beban domestik, melainkan sebagai
wadah pengembangan karakter yang nyata. Dari cara membangun hubungan harmonis
dengan pasangan hingga pola asuh anak, Syekh ar-Rais menunjukkan bahwa rumah adalah
tempat ujian pertama untuk integritas dan kesabaran kita setiap hari.
Karya ringkas ini adalah kompas bagi siapa pun yang mendambakan hidup yang tertata dan
bermakna. Inilah seni mengelola hidup yang membantu Anda meraih ketenangan batin
sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi orang-orang tersayang.
Selamat membaca!
SINOPSIS
Filsafat Rumah Tangga karya Ibnu Sina ini hadir sebagai risalah fungsional yang sangat
kontekstual bagi manusia modern perihal rumah tangga. Menggunakan pendekatan
hierarkis filsafat praktis, Sang Syekh ar-Rais menegaskan bahwa ketertiban sebuah keluarga
tidak dimulai dari panggung publik, melainkan dari manajemen diri (tadbîr an-nafs) yang
berakar pada kedisiplinan moral.
Dengan aliran aristotelian ini, Ibnu Sina membagi pembahasan bukunya dalam lima
bab utama: manajemen diri sendiri, manajemen ekonomi, manajemen keluarga, manajemen
pengasuhan anak, dan manajemen SDM. Penjelasan Ibnu Sina dalam buku ini berbeda
dengan karya-karyanya yang lain: tidak teoretis, tetapi praktis; tidak rumit, tetapi lugas; dan
yang paling penting isi di dalamnya masih sangat relevan untuk menjadi pedoman kita dalam
mengatur diri sendiri serta orang sekitar. Selamat membaca!