Di Minahasa abad ke-17, perang tak hanya terjadi di garis depan, tetapi ia bersemayam di dalam darah. Pada 1665, kolonialisme Spanyol berada di ambang kehancuran ketika rakyat pribumi bangkit menuntut balas. Di tengah kekacauan itu, Pepito, seorang mestizo dengan tatapan dingin, menolak menjadi pion. Ia hanya memiliki satu tujuan: menemukan pembunuh ayahnya, siapa pun orangnya, apa pun harganya.
Trabar Batalla bukan sekadar roman sejarah, melainkan kisah tentang kekejaman kolonial, obsesi balas dendam, dan hasrat yang menantang maut. Disajikan melalui teknik foto-drama yang inovatif, novel awal Remy Sylado ini tampil berani, keras, dan menentukan.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.
Kategori dan Rangking Bestseller:
Tentang Remy Sylado:
Alif Danya Munsyi alias Remy Sylado alias entah siapa lagi, yang nama aslinya Yapi Tambayong, banyak menulis puisi, cerpen, novel, drama, esai, kolom, kiritik, skenario, serta buku-buku tentang musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Ia pernah bekerja sebagai wartawan harian dan majalah di Semarang, Bandung dan Jakarta. Perhatiannya pada bahasa dan sastra mendorongnya mempelajari banyak bahasa. Seniman multidimensi ini lahir di Makassar, dan menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja di Semarang dan Solo.