Deskripsi
Lika-liku hidup serta perjalanan rohani istri tentara, Roswitha Sinambela. Perjalanan hidup beliau yang bergelombang dari banyaknya gempuran serta cobaan yang panjang. Walaupun banyak hal yang menerpa beliau, iman terhadap kristiani tak sedikit pun bergeser. Ini buku autobiografi yang tak biasa. Bukan hanya berisi perjalanan hidup seseorang. Ini adalah buku pedoman hidup yang mampu memberi wawasan, inspirasi, dan semangat.
Sinopsis
~Awalnya, aku dan Mas Wid berencana menikah di gereja. Namun tidak ada satu gereja pun yang bisa menerima pernikahan beda agama dan pernah bercerai. Mas Wid yang sejak kecil tumbuh dan dibesarkan dalam tradisi Islam tak pernah punya bayangan untuk menikah di gereja sebagai orang Kristen. Maka sebagai bentuk kompromi, akhirnya aku setuju untuk menikah secara Islam, meski keyakinanku terhadap iman Kristen tak sedikitpun bergeser (hal 223)
~Didepan KSAL, di atas mejanya, aku bahkan membeberkan buku rekening tabunganku, menunjukkan tak ada transaksi aneh atau transaksi dalam jumlah besar yang mampir ke rekeningku, apalagi dari suamiku. Saldo tabunganku sama sekali tak menunjukkan bahwa suamiku adalah koruptor. Di depan KSAL pula, tanpa segan, kusebut bahwa aku bukan jenis perempuan yang memotivasi suami untuk korupsi. Pernyataanku tersebut tak hanya mengejutkan KSAL, tapi juga mengagetkan diriku sendiri. Aku tak tahu darimana dan bagaimana keberanian itu datang. (hal 265)
~Saat rombongan tiba di Sungai Yordan, Pendeta Joppi tiba-tiba bertanya siapa yang mau dibaptis di sungai tempat Yesus dahulu dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Entah dorongan dari mana, aku tiba-tiba mengacungkan jariku. Begitu saja keinginan untuk dibaptis di tempat itu muncul. Mungkin aku merasa bahwa selama ini aku belum sepenuhnya lahir sebagai orang Kristen yang dipenuhi oleh karunia Roh Kudus. (Hal 392)