Buku Hukum dan Keadilan: Memahami KUHP 2023 dan KUHAP 2025 ini menengahkan hubungan antara hukum dan kekuasaan yang tidak dapat dipisahkan. Romli Atmasasmita menegaskan bahwa kekuasaan memang diperlukan untuk menegakkan hukum. Namun, apabila kekuasaan dijalankan tanpa prinsip-prinsip hukum yang adil, nantinya akan menimbulkan penyalahgunaan wewenang. Pada akhirnya, hal itu berdampak pada ketidakpercayaan publik.
Hukum kerap dijadikan sebagai alat untuk melindungi kepentingan politik dan kelompok tertentu. Akibatnya, di masyarakat muncul persepsi bahwa hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Dalam kondisi seperti ini, pengadilan dan hakim menjadi benteng untuk mewujudkan keadilan melalui kekuasaan kehakiman yang independen. Romli kemudian menguraikan berbagai aspek dan persoalan yang ditemukan pada KUHP dan KUHAP baru. Berbagai persoalan di dalamnya menjadi fokus pembahasannya di buku ini.
***
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan.
Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas.
Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi.
Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca.
Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik.
Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.