Di sekolah yang dipenuhi kekacauan, absurditas, tawa, dan teman-teman yang tidak pernah bisa diam, Amu hanya punya satu mimpi sederhana: menjadi komikus.
Sayangnya, impian itu dianggap tidak akan membawanya ke mana-mana. Saat ibunya menginginkan Amu menjadi dokter, Amu justru harus diam-diam memperjuangkan apa yang paling ia cintai. Bersama Upi yang ingin mengubah hidupnya, Kiki yang mengejar musik, serta Sho dan Toro yang menyimpan luka mereka sendiri, Amu belajar bahwa di balik tingkah konyol yang selalu mengundang tawa, mereka berlima menyimpan masalah yang tak pernah sederhana. Saat masa depan semakin dekat dan pilihan hidup semakin nyata, mampukah mereka tetap menjadi diri sendiri tanpa kehilangan mimpi yang selama ini mereka jaga?