"kulit putih membuat produk pemutih kulit menduduki tempat teratasi dalam penjualan
industri kosmetik. Dari mana obsesi itu bermula, dan apa makna sosial-politik berkulit putih
di Indonesia?
Bahkan jauh sebelum masuknya kolonialisme Barat, perempuan berkulit putih sudah
dianggap sebagai ideal kecantikan, seperti terlihat dari epos India Ramayana yang
diadaptasi di Jawa pada akhir abad ke-9. Pada era kolonialisme Belanda, putih mulai
mendapat muatan rasialnya ketika cantik putih diidentikkan dengan ras Kaukasia.
Seiring masuknya Jepang ke Indonesia, disebarkanlah ideal cantik putih yang baru:
putih Asia. Sementara pada era pascakolonial, ruang geografis Indonesia rupanya menjadi
penanda penting untuk dilekatkan pada kategori putih yang kini nasionalistik, yakni ""putih Indonesia"". Terakhir, pada era globalisasi kontemporer saat ini, kulit putih menjadi kualitas virtual yang lepas dari tubuh riilnya secara rasial maupun kebangsaan.
Buku ini bermaksud melacak peredaran citra-citra kecantikan lintas lokasi geografis dan babak kesejarahan yang berbeda-beda,
dan menjelaskan bagaimana sirkulasi transnasional tersebut turut melestarikan supremasi putih di aras global dan membentuk konstruksi
ras, gender, dan warna kulit di Indonesia."