"Jika aku ingin ke dusunku.maukah kamu menemani?"
"Kamu yakin ingin pergi ke sana?"Darma memandangku beberapa detik. Kemudian dia
Menunduk.menatap kakinya yang terkubur didalam pasir pantai.
Aku diam.Ada takut yang menyelinap. Dadaku sesak.Tapi akhirnya aku mengangguk.
"Mungkin itu akan menyakitkan bagiku.Tapi bagaimanapun tempat itu adalah dusunku,
rumahku."
Darma mendongak, pada mataku dan kemudian pada langit biru yang tak berujung.
Pelan ia berujar."Kalau begitu,tentu saja aku akan pergi bersamamu,mencintaimu."