Pedalaman rimba Bolivia menjadi saksi akan perjuangan Che Guevara ketika memimpin pasukan gerilyanya menentang rezim tirani. Che dan pasukannya terus bergerak menembus berbagai rintangan dan kondisi alam yang kurang bersahabat di tengah-tengah pegunungan yang tingginya bisa mencapai 2000-an meter di atas permukaan laut. Banjir, binatang buas, patroli tentara Bolivia, maupun mata-mata rezim berkuasa yang menyaru sebagai penduduk desa merupakan contoh dari sekian bentuk ancaman yang kerap mereka hadapi. Keadaan menjadi lebih buruk ketika Che dan pasukannya terserang penyakit atau bahaya kelaparan yang sampai membuat mereka terpaksa memakan daging dari kuda tunggangan, agar dapat sekadar bertahan hidup.