Tuhan begitu dekat dengan diri kita, lebih dekat dari urat nadi kita. Cinta dan rahmat-Nya telah tersemai sebelum kita memanjatkan doa. Ampunan-Nya jauh lebih luas dari kemaksiatan yang dilakukan para pendosa. Kenikmatan surga-Nya jauh lebih mengasyikkan daripada dunia yang fana. Sayangnya, kebanyakan orang mudah terlena: tak menyadarinya.
Sungguh merugi orang yang menjadikan hidupnya sekadar sebagai jalan pemuas syahwat dan penampung keakuan Iblis. Ketika Anda mampu menegakkan makna hidup dengan tiang amal kebajikan, bertauhid kepada Allah, dan merawat ekosistem sunatullah semesta, di situlah Anda telah berhasil memetik cinta Ilahi yang sejati.
Inilah buku yang memberikan jalan bagi Anda bagaimana menapaki hidup dan sekaligus memaknainya. Jalan yang menyadarkan Anda bahwa kenikmatan terindah dalam hidup adalah ketika kita menjadi kekasih Allah.