Wanita itu masih terus memandang laut.
Kebiruan yang merata menyimpulkan kedalaman yang tak terduga. Seperti hati lelaki, laut itu selalu tak terduga. Hamparan yang biru seperti hamparan musim yang selalu berganti cuaca. Seperti lembayung langit, begitu cepat berganti warna bila senja makin membenam!
Wanita itu masih terus memandang laut.
Memandang laut, seperti membawa wanita itu pada puluhan tahun yang lalu. Saat rasa mesra membuahkan kasih. Dan kasih membuahkan cinta. Dan cinta membuahkan perkawinan.
Awal mulanya adalah laut. (cerpen "Sunyi")
***
"Rindu" adalah kumpulan cerpen Korrie Layun Rampan. Cerpen-cerpen yang dipilih untuk kumpulan ini berasal dari sejumlah cerpen yang ditulis sejak tahun 1986 hingga 2003 dengan beragam tema.
Korrie Layun Rampan lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953. Selama kuliah di Yogyakarta bergabung dengan Persada Studi Klub - sebuah klub sastra - yang diasuh penyair Umbu Landu Paranggi. Di dalam grup ini telah lahir sejumlah sastrawan ternama seperti Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi AG, Achmad Munif, Arwan Tuti Artha, Suyono Achmad Suhadi, R.S. Rudhatan, dan lain-lain. Sejak 1978 bekerja di Jakarta sebagai wartawan dan editor buku untuk sejumlah penerbit. Pernah beberapa tahun mentiar di RRI dan TVRI Studio Pusat, Jakarta, mengajar, dan terakhir menjabat Direktur Keuangan merangkap Redaktur Pelaksana Majalah Sarinah, Jakarta. Sejak maret 2001 menjabat Pemimpin Utama/Pemimpin Redaksi Koran Sentawar Pos yang terbit di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.