Berpikir kritis bukan berarti menyerang atau menjatuhkan seseorang melainkan membangun kemampuan berargumen sehingga menemukan kebenaran suatu pandangan
sebeb, kesesatan penalaran terjadi dalam berbagai argumen bahkan kadang-kadang tidak teridentifikasi. Ironisnya, argumen menyesatkan itu sering dimanfaatkan untuk meyakinkan orang. Kesesatan berpikir itu dibiarkan terjadi atau secara sengaja dikoreksi, maka yang terjadi korban adalah mereka yang tidak berpikir kritis. Kelompok ini akan menerima begitu saja argumen yang dikemukakan akrena sepintas terkesan masuk akal apalagi kalau gagasan sesat dikemas dalam bahasa-bahasa retorika dan trik-trik psikologis yang membuat orag kehilangan sikap kritis.
Buku Crtical Thinking ini perlu dibaca semua orang yang mau berpikir krtis, terutama mahasiswa sebagai calon cendekiawan dan calon pemimpin