Kemampuan untuk dapat mengambil hikmah dan kebijaksanaan dari suatu peristiwa yang telah dialami merupakan wujud dari kesadaran kemanusiaan yang penting. Berkat kesadaran yang lahir dari pengalaman tersebut, seseorang bukan saja dapat terhindar dari lubang jebakan yang sama, tetapi juga bisa memberikan nilai pada kemajuan yang telah dicapai.
Mengambil pelajaran dari peristiwa politik bukanlah hal yang mustahil, bila bentuk kesadaran yang dibangun dengan baik dari pengalaman sudah dimiliki. Di samping itu, terdapat unsur-unsur yang dinamis, dan politik yang menggunakan pola-pola berbeda namun berulang. Selain muncul sebagai ritual, pola-pola yang dimaksud adalah refleksi kesadaran politisi sebagai manusia, yang cenderung mengulang tindakan yang diganjar penghargaan dan menghindari perbuatan yang berbuah cemoohan.
Menak Senayan: Arsitek Komunikasi Politik Indonesia merupakan buku yang ditulis oleh Karim Suryadi. Buku ini lebih dari sekedar mendokumentasikan wacana yang berkembang menjelang pemilihan umum 2014. Dengan pendekatan komunikasi politik, tulisan-tulisan di dalam buku ini memfokuskan kajian pada apa yang dilakukan para "menak'', termasuk mereka yang berpura-pura menganggap dirinya sebagai “menak” dalam merebut mandat, mempertahankan, dan membuatnya sebagai amanah yang bisa dipertanggungjawabkan. Buku ini memiliki gaya bahasa yang jelas dan tegas, sehingga dapat membuat pembaca dapat berfikir secara kritis tentang pembahasan yang hadir di buku ini. Buku ini dapat dibaca oleh masyarakat umum untuk memperluas ilmu pengetahun tentang politik.
Judul: Menak Senayan: Arsitek Komunikasi Politik Indonesia
Halaman: 192 halaman
Penerbit: Pustaka Jaya
Tanggal Terbit: 3 Agustus 2017
Berat: 0.22 kg
ISBN: 9789794194638
Dimensi: 20x14.5 cm
Bahasa: Indonesia