Sinrilik merupakan salah satu karya sastra lisan Makasar yang hingga kini masih hidup dan masih diminati orang terutama mereka yang berlatar belakang bahasa dan budaya Makassar. Dalam kisah Kappalak Tallumbatua ini, tokoh utamanya adalah Andi Patunru, putra mahkota dan pewaris tahta Kerajaan Gowa. Disebabkan oleh tutur kata Batolempangang yang terlalu dipercaya oleh Tunisombaya Raja Gowa, bahwa kelak dikemudian hari yang akan meruntuhkan benteng dan membobolkan Tanah Gowa adalah putra mahkota sendiri, maka dengan kepedihan hati karena diusir dari Tanah Gowa tanpa alasan apa pun, mengembaralah Andi Patunru beserta kakak kandungnya Patta Patunru menundukkan Gowa dengan bantuan Belanda menyebabkan dimulainya bercokol penjajahan Belanda di Kerajaan Gowa, dan benteng Ujung Pandang diubah menjadi "Ford Rotterdam" sampai sekarang.