Karya ini secara komprehensif menyajikan realitas dunia Islam dalam konteks
yang sesungguhnya. Pernyataan dalam al-Qur’an tentang entitas ras, warna kulit
manusia dan bahasa yang disandangnya (QS.Rum;22, QS.Al-Hujurat;13, dan
lain-lain) serta bagaimana proses penciptaan dan pencitraan munculnya sebuah
wilayah kebudayaan dan peradaban Islam akibat akumulasi yang sangat
kompleks, dijelaskan secara konkret dan faktual. Setiap area etno-linguistik
muslim sebagai wilayah kebudayaan dan peradaban Islam seperti Arab, Persia,
Turki, Melayu, Afrika Hitam, Asia Selatan, dan lain-lain, secara umum terbentuk
oleh dorongan kekuatan karakteristik etnik dan ras, pengalaman dan kesadaran
sejarah, bahasa dan makanan yang digunakan, serta dinamika kependudukan
dan geografi yang ditempatinya. Pada awal abad ke-20 fenomena Islam
sebagai doktrin dan upaya realisasinya di masing-masing kawasan etno-
linguistik Islam tersebut menjadi semakin variatif dan menunjukkan keunikannya
ketika sejumlah kesadaran nasionalisme (geo-politik) muncul di setiap kawasan
kebudayaan. Studi mengenai hal ini menjadi semakin menarik ketika melihat
masing-masing wilayah geo-politik dihadapkan pada akumulasi global
bagaimana mereka memunculkan ideologi lokal dan membangun batas-batas
geo-politik dan geografinya, serta menunjukkan identitas dan modernitasnya.
Bagaimana kekuatan setiap etnis muslim bisa menghubungkan dan merangkum
berbagai kepentingannya dalam pengembangan ekonomi, politik, budaya,
gender, identitas lokal, termasuk gerakan keagamaannya. Potret tentang arah
perkembangan dan dinamika kelompok-kelompok etnik muslim dalam batas-
batas etno-linguistik dan geo-politiknya, jelas masih memerlukan kecermatan dan
studi yang sungguh-sungguh. Untuk memudahkan dan mengetahui lebih detil
bagaimana upaya melakukan studi kawasan dunia Islam secara komprehensif
dan berimbang, bisa dibaca dalam karya ini.