Permendikbud No. 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi amat jelas mempertalikan kinerja dosen dengan aktivitas menulis buku ajar. Namun, tak sedikit dosen menemukan kesulitan ketika menulis buku ajar. Kesulitan itu lahir karena beragam faktor mulai dari minimnya pengetahuan tentang prinsip, format dan etika penulisan buku ajar hingga keterampilan menulis yang belum terasah. Akibatnya, tatkala kesulitan-kesulitan itu tidak teratasi, alih-alih menghasilkan karya, aktivitas menulis buku ajar itu justru akhirnya menjadi “dunia lain”, sesuatu yang sukar dilakukan oleh para dosen.
Buku ini menyajikan tentang penulisan buku ajar perguruan tinggi. Di dalamnya dibahas mulai dari hakikat, ciri-ciri, formulasi atau gaya penyajian hingga problem etis penulisan buku ajar. Di samping itu, dipaparkan pula mengenai kesadaran berbahasa dan kecantasan (keterampilan) menulis. Yang makin membuat buku ini menarik, penulis menyajikan pembahasan dengan menggunakan bahasa yang enak dibaca, kaya contoh dan menggunakan pendekatan yang kritis-reflektif. Dengan membaca buku ini, akan membantu para dosen untuk menyusun dan menulis buku ajar dengan baik sekaligus mengatasi kesulitan-kesulitan yang sering ditemukan dalam aktvitas menulis buku ajar.
Kendati buku ini utamanya diperuntukan bagi kalangan dosen, namun buku ini dapat pula digunakan oleh mereka yang berminat dengan dunia tulis menulis khususnya dunia penulisan ilmiah.
Judul : Penulisan Buku Ajar Perguruan Tinggi : Hakikat, Formulasi, Dan Problem Etisnya
Penulis : Wahyu Wibowo
Rating : Semua Umur
Penerbit : Rajawali Press
Tanggal Terbit: 4 Februari 2016
Tebal: 242 halaman
ISBN: 9789797699086
Berat: 300 gram
Dimensi: 21 cm x 14 cm
Kategori dan Rangking Bestseller:
Tentang Wahyu Wibowo:
Drs. Wahyu Wibowo, M.M., lahir di kampung Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 Maret 1957. Sarjana Sastra ini, yang kemudian melanjutkan studi pascasarjananya dalam bidang Manajemen SDM, sudah giat menulis sejak duduk di bangku SMP (1972). Tulisan lepasnya, dalam pelbagai bentuk, hingga kini bertebaran di perbagai media massa cetak. Minatnya dalam organisasi, kesenian, dan jurnalistik tumbuh subur selama menjadi mahasiswa FSUI kampus Rawamangun (1976-1984). Ia turut mendirikan wadah mahasiswa pecinta puisi `Sanggar Seloka` (1976). Sebagai aktifis, ia mendukung demo mahasiswa UI (1982).Sebagai penyair, ia dikelompokkan sebaga Sastrawan Indonesia Angkatan 2000. Sebagai Kritikus, ia membidani `Aliran Kritik Sastra Sawo Manila` (1987). Sebagai jurnalis, ia anggota PWI Jaya (sejak 1977). Kini, sambil tetap menjadi kuli tinta, Wahyu Wibowo adalah staf pengajar STIE IBII. Selain itu, ia juga deklarator For-Sikap (forum Studi Kebijakan Pemerintah) dan direktur Depok Consulting Media.