Akuntansi tak cukup dipahami sebagai pengetahuan semata, tapi juga
merupakan bagian dari keyakinan. Perintah ber-akuntansi dalam Al-Quran
adalah perintah normatif yang bersifat ideologis. Pertanyaannya bagaimana
menerjemahkan perintah normatif itu dalam konteks universal sebagai ilmu?