Tidak ada yang lebih menyakitkan ketimbang hubungan yang berakhir dengan penuh tanda tanya. Ketika kamu harus dipaksa ikhlas atas perpisahan yang terjadi tanpa kamu tahu apa yang salah dari hubunganmu kemarin. Lalu, kamu akan melewati hari demi hari dengan terus menyalahkan diri sendiri.
Apa kurangku? Apakah dia tidak bahagia bersamaku? Apakah aku tidak cukup untuknya?
Itulah perasaan yang selama ini Ami derita. Seorang gadis cantik yang dipaksa harus
merelakan hubungannya bersama Raga berakhir, tanpa ada sedikitpun penjelasan yang dia dapatkan. Trauma, depresi, kantung mata, rambut rontok, dan segala macam obat tidur harus dilaluinya pasca perpisahan terkutuk itu.
Meski sulit, perjalanan penuh luka itu akhirnya membawanya ditemukan oleh seseorang yang baru. Yang lebih mencintainya. Yang tak pernah sekali pun pergi meninggalkannya. Ami perlahan mulai bisa mengikhlaskan Raga.
Namun, dua hari sebelum pernikahannya, Raga-lelaki yang selama ini diam-diam masih dicintainya-tiba-tiba hadir di keadaan yang benar-benar membuat Ami merasa hampir setengah gila. Seketika itu juga, semua usaha Ami untuk akhirnya bisa ikhlas, tiba-tiba sirna begitu saja.
Apakah pada akhirnya Ami berhasil menemukan jawaban atas segala pertanyaannya selama ini? Lantas, apakah Ami akan kembali bersama Raga, lelaki yang sudah melukainya teramat dalam, namun juga masih menjadi segala doa yang kerap ia layangkan dalam diam?
Brian Khrisna, atau yang juga dikenal dengan panggilan “Mbeeer”, seorang penyuka tulisan dan puisi yang bertempat tinggal di Bandung. Tulisan pendek, quote, dan puisi adalah beberapa jenis tulisan yang kerap dihasilkannya dan diupload di akun tumblrnya, mbeeer.tumblr.com. Sebagian besar tema tulisannya adalah tentang asmara, jatuh cinta, semangat mempertahankan hubungan, putus cinta, kegalauan, sakit hati, kehilangan, dan bangkit dari rasa kehilangan, yang ditulisnya dengan cara yang menarik dan menggunakan pilihan kata yang tepat sasaran, yaitu ke dalam hati pembacanya. Gaya tulisannya tidak melulu menggunakan pilihan kata yang puitis, namun juga humoris. Karena menurutnya, membuat wanita tertawa adalah titik tertinggi dari keromantisan itu sendiri.