Recomeded!
oleh Amaliah Mardhatillah
pada Senin, 26 Mei 2014
Yang suka genre dystopia atau masa depan, coba deh baca buku ini. Seru banget!!! Ceritanya tentang 24 peserta, cwek & cwok berumur 12 - 18 tahun dari 12 distrik di Panem yang wajib ikut The Hunger Games tiap tahunnya. Kebetulan pas waktu itu Primrose Everdeen mengikuti pemungutan pertamanya karena umurnya udah 12 tahun dan sialnya dia terpilih sebagai peserta/ tribute cewek dari distrik 12 hasil pemungutan itu. Tetapi kakaknya (Katniss Everdeen) menggantikan dia. Sedangkan peserta cwoknya adalah Peeta Mellark. Dari sini cerita dimulai... Jreng jrenggg... dan lo harus ngelanjutin sendiri baca ceritanya. Penasarna? buruan deh beli. Gak bakal nyesel :p
Oya... Ini trilogy. Jadi jangan lupa beli yang ke2 (Catching Fire) dan yang ke3 (Mockingjay) okee! :)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
layak untuk dimiliki....
oleh sunnati
pada Senin, 26 November 2012
tidak sama dengan buku manapun. Ide plg cemerlang yang pernah timbul
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
oleh ratrieka yuliana
pada Senin, 13 Agustus 2012
Buku yang sayang untuk dilewatkan, dan rugi banget kalo belum baca serta sedih stelah ketiga bukunya dibaca. totally excellent!!!
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Oh-So-Kewreen!
oleh ahmad turkhamun
pada Sabtu, 3 Maret 2012
Akhirnya, buku ini udah ditangan, dan melahapnya dalam waktu semalaman :))). Di awal, banyak teori tentang sejarah Hunger Games (HG) yang disuguhkan. Dan ketika HG ke74 dimulai, saat distrik 12 memulai hari pemungutan, Katniss Everdeen, bertaruh memasukkan namanya 2x lipat dengan imbalan makanan bagi ibunya, dan Prim, adiknya. Namun ketika Effie Trinket mengucapkan "Anak perempuan lebih dulu!" dan yang keluar adalah Primrose Everdeen. Sontak Katniss kaget, karena nama Prim hanya satu diantara ribuan, dan diapun menggantikan posisinya dengan Peeta Mellark sebagai pasangan duetnya, yang entah sejak kapan sudah mencintai Katniss. Ironis? Ya, dan mereka harus saling membunuh. Agak lambat diawal, namun ketika gong pertandingan dibunyikan, Wohoo kau takkan berhenti barang semenitpun membacanya. Saya bahkan menyelesaikannya malam itu juga. Arena pertarungannya benar-benar keren! Dan kode Haymitch--mentor mereka--benar-benar luar biasa! Selain itu, akting Katniss dan Peeta yg sedang kasmaran benar-benar rugi jika harus dilewatkan! Semua bintang, saya kasih :))
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
amazing
oleh Priscilla Jessica
pada Kamis, 19 Januari 2012
buku pertama yang saya baca tahun 2012 :)
cerita agak lambat di awal. tapi sangat menegangkan pas hunger games dimulai. saya sangat suka dengan tokoh utamanya: katnis everdeen. role model yang sangat baik buat wanita di manapun. daya survivalnya luar biasa, dan hidupnya tidak terpaku hanya kepada cowok **EHEMbellaswan**
1 hal yang mengganggu saya adalah fox face yang SPOILER.......(*matinya terlalu mudah*)......................padahal saya berharap lebih dari karakter tersebut. selebihnya, buku ini worth ditunggu sekuelnya
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
i love you katniss everdeen
oleh wahyu wijayanti
pada Selasa, 10 Januari 2012
highly recommended book!!
buku ini adrenaline pumping banget. setiap halamannya selalu memberikan sesuatu yang WOW. tapi romantis-romantisan nya juga tetep ada, dan disajikan dengan porsi yang PAS. jangan banding-bandingkan novel ini sama twilight saga nya stephenie meyer, karena jelas hunger games lebih whorted.
LANJUT KE CATCHING FIRE.....!!!
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Review
oleh Sam August
pada Selasa, 6 Desember 2011
A. Must. Read.
Aku tahu buku ini dari anak-anak Tumblr yang bllognya itu The Hunger Games dan Harry Potter blog. Karena belum keluar, aku baca pake bahasa inggris jadi pas baca bahasa Indonesia (dan bukunya minjem pula) udah ngerti banget jalan ceritanya. Ceritanya keren, bikin deg-deg-an, sampe aku rada takut juga pas di chapter-chapter tentang survival di arena gamenya itu. Seru abis. If they tell me that The Hunger Games is the new Twilight, I will absolutely never acknowledge it. The Hunger Games itu bukan Twilight, in fact, konfliknya lebih keren dari Twilight. Walaupun untuk bagian love life ada cinta segitiganya pula.. tapi bagian itu tidak terlalu diperhatikan karena tujuan The Hunger Games utamanya bukan cinta segitiga.
I ship Peeniss Everlark! (Peeta Mellark & Katniss Everdeen)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
hidup dan mati
oleh Yola Newary
pada Jumat, 21 Januari 2011
awesome!! this is a must be read book!
udah lumayan lama juga baca nih novel.
sering ngeliat sambil lalu di gramedia. soalnya kurang tertarik sih ama covernya. hehe
jujur, pas awal beli novel nih karena lagi bosen trus pengen beli novel (ceritanya waktu itu kelebihan duit.. wekekekekk). ngobrak-ngabrik gramed di kotaku, trus akhirnya ketemu lagi ama novel ini.. mikir, mikir, beli gak ya?
ya udah, akhirnya dibeli. lagi suntuk banget ama tugas kuliah..
pas dibaca, chapter2 awal.. "hmm, lumayan."
chapter selanjutnya, (pas mulai adegan survive di hutan) "gila, bikin penasaran nih." trus sampe akhirnya katniss memanipulasi keadaan ending hunger games-nya.
ckckck, berani banget nih anak. dan berhasil! akhirnya pemenangnya jadi dua deh.
pas ending buku 1, langsung deh kepkiran "buruan beli buku keduanya". eh untungnyaaa,, buku dua udah terbit. hehehe
T.O.P deh!!! :)
i vote for Katniss and Petra!! :)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?