No Image Available
Notes of 1000 Days in Taiwan (Soft Cover)
oleh: Ario Muhammad
5.0 star (6 Review)
Review Konsumen
Testimoni 5
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
“Seru, menarik, dan penuh hikmah.” (Ridwansyah Yusuf Achmad, penerima beasiswa Master Netherlands Fellowship Program (NFP) di Rotterdam University – Belanda)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Testimoni 4
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
“Ada tiga hal yang bisa saya tangkap dari karya sarat pesan ini; pertama, bahwa tradisi berhijrah, terlebih untuk menuntut ilmu, akan memberikan kita banyak kebaikan. hal ini harus menjadi keyakinan. kedua, madrasah kita sesungguhnya adalah rangkaian kehidupan yang kita jalani dari episode pertama hingga terakhir. dimana saja, kapan saja. ketiga, mengajari tanpa harus menggurui adalah pekerjaan sulit, tapi sang penulis berhasil melakukannya. baik lewat perjalanan hidup beliau, ataupun lewat buku ini sendiri. Selamat Ario! Allah yubaarik fiikum.” (Sidiq Nugroho, Alumni Jurusan Dirosah Islamiyah dan Bahasa Arab, Kuliyah Dakwah Islamiyah, Tripoli-Libya)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Testimoni 3
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
“Globalisasi telah mengharuskan setiap muslim untuk bersaing dengan ummat untuk menegakkan eksistensi Islam di belahan bumi manapun kita berada. Penulis telah memberikan teladan bagi kita untuk tetap berpegang teguh pada ajaran agama, tidak larut pada nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran agama dan budaya timur. Ditulis dengan bahsa yang ringan, memudahkan kita untuk menangkap intisari pelajaran hidup. Buku ini bisa menjadi sebuah panduan bagi generasi muda muslim sebelum menjelajah dunia untuk menegakkan eksistensi diri sebagai khalifah fil ardi dimanapun berada. Selamat membanca!” (Andri Gunawan, lulusan Master of Islamic Studies, International Islamic University of Islamabad (IIUI), Pakistan. Ketua Muslim Student Union (MSU), Islamabad – Pakistan 2009-2010)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Tetimoni 2
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
“Masya Allah, tulisan yang bagus sekali! Kisah-kisah dalam buku ini mengajak kita merasakan warna-warni menjadi mahasiswa muslim di luar negeri (Taiwan) berikut dengan hikmah-hikmah menarik yang bisa menjadi pelajaran berharga. Saya rekomendasikan buku ini untuk semua kalangan, khususnya mereka yang tengah atau hendak memulai perjalanannya untuk studi di luar negeri. Ganbatte!” (Danang Ambar Prabowo, Penerima beasiswa master Monbukagakusho 2010, University of the Ryukyus - Jepang. Mahasiswa Berprestasi Nasional, 2007)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Testimoni 1
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
”Sebuah tulisan yang hidup dan mengalir. Anda akan dibawa merasakan petualangan seorang Ario Muhammad dalam menjalani kehidupan seorang muslim di negara yang mayoritas non-muslim. Buku ini seperti kumpulan lagu indah di dalam satu album yaitu Islamku di Taiwan. Bila anda belum sempat ke sana, maka dengan membaca buku ini andapun serasa ikut menyanyikan lagu-lagu yang senada. Sangat saya anjurkan anda menikmati buku ini.” (Nopriadi Hermani, PhD Candidate at Tokyo Institute of Technology, Dosen Universitas Gadjah Mada)
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?
Review Buku Notes of 1000 Days in Taiwan
oleh Ario Muhammad pada Kamis, 24 Oktober 2013
Notes of 1000 days in Taiwan; Ketika Seorang Da’i Berkisah

Kita adalah da’i sebelum menjadi yang lainnya

Kita mesti berhati-hati ketika sehari lewat tanpa sebuah hikmah. Karena itu tanda bahwa dalam sehari itu tidak ada hal baru yang kita peroleh. Dan seorang da’i yang senantiasa bergerak, akan berada dalam kegelimpangan hikmah. Ia bisa peroleh itu dari membaca buku, bergaul, maupun bepergian.

Itu salah satu kesimpulan saya setelah membaca buku “Notes of 1000 days in Taiwan”; sebuah bunga rampai yang disusun oleh Ario Muhammad—penyandang gelar S2 di Taiwan, seorang suami, ayah, dan tentunya pekerja dakwah—selama ia tinggal di Taiwan.

Cover

***

Tidak seperti buku serupa, buku Ario ini berkisah lebih dari sekadar pengalamannya studi di Taiwan, tapi juga perenungan-perenungan spiritualnya. Beberapa buku tentang studi atau jalan-jalan ke luar negeri yang sudah pernah saya baca, biasanya berhenti sampai pengalaman belajar, kuliner, jalan-jalan, dan kesan pesan tinggal di negeri orang. Sementara buku Ario ini punya nilai plus karena memuat soal pengalaman spiritual juga, yang tertuang lewat tulisannya tentang perenungan-perenungan.

Saya terhenyak di halaman 30—bukunya Ario ini. Dalam tulisan berjudul “Spring Note—Di sudut Kontemplasi”, Ario mulanya mendeskripsikan tentang suasana sore itu. Tulisnya:

Dalan suatu perjalanan mengantarkan teman-teman dari Indonesia, kami melawati jalanan Taipei yang ramai. Hatiku berdesir tiba-tiba ketika kulihat bunga sakura ... Baca Selengkapnya
Apakah review ini bermanfaat bagi Anda?