Pencarian

Penulis
Jalaluddin Rakhmat

Format
Soft Cover (23)
Hard Cover (4)
(2)

Bahasa
Indonesia (27)
(2)

Hasil: 21 - 29 dari 29
GRIDLIST
21.
No Image Available
Psikologi Agama oleh Jalaluddin Rakhmat
Hard Cover, 2003
Stock tidak tersedia
22.
Rp. 110.000 Rp. 88.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahim. Menyebarlah prasangka buruk, dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain.

 

Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka melupakan misi kenabian. Sejak awal lelaki agung Al-Mustafa diangkat menjadi utusan, berkali-kali beliau menegaskan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Misi Nabi Saw. adalah menegakkan akhlak yang mulia. Tetapi, justru karena perbedaan pendapat—yang umumnya berasal dari tata cara syariat (fiqih)—umat sepeninggal Nabi Saw. justru tercerai-berai. Karena alasan fiqih, tak jarang akhlak ditinggalkan. Karena perbedaan tata cara ibadah, betapa sering terjadi perselisihan.

Jalaluddin Rakhmat ingin kembali mengingatkan kita akan misi kenabian. Dalam bukunya ini, ia menelaah akar perselisihan, mengkaji berbagai persoalan, dan mengedepankan sebuah pemecahan bahwa di tengah perbedaan pendapat seperti apa pun, akhlak yang mulia tetap harus kita tegakkan.

">

Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahim. Menyebarlah prasangka buruk, dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain.

Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka melupakan misi kenabian. Sejak awal lelaki agung Al-Mustafa diangkat menjadi utusan, berkali-kali beliau menegaskan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Misi Nabi Saw. adalah menegakkan akhlak yang mulia. Tetapi, justru karena perbedaan pendapat—yang umumnya berasal dari tata cara syariat (fiqih)—umat sepeninggal Nabi Saw. justru tercerai-berai. Karena alasan fiqih, tak jarang akhlak ditinggalkan. Karena perbedaan tata cara ibadah, betapa sering terjadi perselisihan.

Jalaluddin Rakhmat ingin kembali mengingatkan kita akan misi kenabian. Dalam bukunya ini, ia menelaah akar perselisihan, mengkaji berbagai persoalan, dan mengedepankan sebuah pemecahan bahwa di tengah perbedaan pendapat seperti apa pun, akhlak yang mulia tetap harus kita tegakkan.

...
23.
No Image Available
Psikologi Komunikasi oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
24.
No Image Available
Komunikasi Antar Budaya oleh Prof. Dr. Deddy Mulyana,M.A., Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
25.
No Image Available
Retorika Modern (Pendekatan Praktis) oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
26.
No Image Available
Metode Penelitian Komunikasi oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
27.
No Image Available
Madrasah Ruhaniah
Berguru Pada Ilahi di Bulan Suci Ramadhan
oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak memperoleh apa pun dari puasanya kecuali lapar dan dahaga." - Hadis Nabi Saw. Sabda Nabi di atas berbicara tentang puasa yang dilepaskan dari dimensi ruhaniahnya. Puasa seperti itu boleh jadi bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan kebugaran jasmani, tetapi tidak berguna untuk kemuliaan akhlak dan ketinggian ruhani. Puasa seperti itu tidak naik ke langit tinggi, tetapi berkubang dalam lumpur duniawi. Puasa adalah madrasah yang mendidik kita ...
28.
No Image Available
Hard Cover
Stock tidak tersedia
Pada suatu hari, seseorang mendatangi Nabi Muhammad Saw., dan berkata, “Ya Rasulullah, pada Hari Kiamat, ingin sekali aku dikumpulkan dalam cahaya.” Rasulullah pun bersabda, “Janganlah engkau menzalimi siapa pun. Engkau akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti di dalam cahaya.” Ketika Rasulullah Saw. ditanya, “Amal apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Seutama-utama amal ialah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman, yaitu dengan melepaskannya dari rasa lapar, membebaskannya ...
29.
No Image Available
Dahulukan Akhlak Di Atas Fiqih oleh Jalaluddin Rakhmat
Soft Cover
Stock tidak tersedia
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang pertikaian menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahmi. Menyebarlah prasangka buruk dusta, bahkan fitnah yang sangat keji. Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain. Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka ...