Amira membuka sebuah butik di samping rumahnya, sementara Rito bekerja sebagai karyawan di perusahaan properti. Sepasang suami istri dengan kesibukan masing-masing hingga terjadi percekcokan di antara keduanya. Dampaknya adalah Raya dan Radit, anak mereka. Akhirnya, kedua anak itu memiliki dunianya sendiri.
Saat musibah itu terjadi, Raya, anak sulung, memilih untuk selalu bersama temannya. Sebagai adik, Radit, berusaha menjaga sang kakak dengan cara berpikirnya. Namun, Radit adalah anak yang terabaikan. Di tengah prestasinya, dia melupakan raganya dan semakin lemah. Hingga akhirnya napas itu berhenti berdetak. Radit pulang, tak pernah kembali.
Penyesalan itu datang. Penyesalan pasti terjadi saat orang tua tidak mengetahui sama sekali apa saja yang telah dilakukan anak-anaknya. Bisa saja anak melakukan hal buruk. Namun, jika anak punya banyak prestasi, penyesalan macam apa bagi orang tua yang tidak bisa mengenal pribadi anaknya. Sungguh menyedihkan.
***********
Pernahkah Anda terpikir betapa menariknya dunia yang terbuka lebar lewat lembaran buku? Membaca bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga petualangan tak terbatas ke dalam imajinasi dan pengetahuan. Membaca mengasah pikiran, membuka wawasan, dan memperkaya kosakata. Ini adalah pintu menuju dunia di luar kita yang tak terbatas. Tetapkan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Dari membaca sebelum tidur hingga menyempatkan waktu di pagi hari, kebiasaan membaca dapat dibentuk dengan konsistensi. Pilih buku sesuai minat dan level literasi. Mulailah dengan buku yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan membaca. Temukan tempat yang tenang dan nyaman untuk membaca. Lampu yang cukup, kursi yang nyaman, dan sedikit musik pelataran bisa menciptakan pengalaman membaca yang lebih baik. Buat catatan atau jurnal tentang buku yang telah Anda baca. Tuliskan pemikiran, kesan, dan pelajaran yang Anda dapatkan.