Pencarian

Brand
Mizan Publishing

Bahasa
Indonesia (590)
(1)

Hasil: 81 - 100 dari 591
GRIDLIST
81.
Soft Cover, 2022 Rp. 129.000 Rp. 103.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier

Sebagai bocah yatim piatu yang tinggal bersama kakak perempuan dan suaminya, Pip tidak pernah memiliki harapan. Namun ketika dia mulai mengunjungi seorang wanita tua kaya raya, Miss Havisham, dan keponakan angkatnya, Estella, mulailah Pip mengharapkan kehidupan yang lebih baik. Kemudian Pip mewarisi sejumlah besar uang dari seseorang misterius, dan dia pun pindah ke London untuk belajar menjadi pria terhormat.

Charles Dickens, salah satu penulis yang paling dicintai dalam Sastra Inggris, telah menikmati kemasyhuran selama hidupnya. Selain dikenal lewat novel-novelnya, Dickens juga bekerja sebagai jurnalis serta menulis esai dan drama. Karya-karya Dickens dipuji karena mempunyai daya tarik bagi semua kalangan. Lewat potretnya terhadap tokoh utama yang tak terlupakan dan mengundang simpati, tokoh antagonis yang menyeramkan, serta karakter-karakter jenaka, dia mengomentari sisi baik dan buruk manusia dalam masyarakat.

 

Great Expectations adalah kisah yang fantastis dan kita dapat becermin di dalamnya.”

-The New Yorker

 

“Salah satu novel paling brilian yang pernah ditulis.”

-Jenny Hartley, Pengarang dan Profesor Sastra Inggris

di Roehampton University

 

BAB 1

Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun me manggilku Pip. Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku, selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka. Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bah wa dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hi tam. Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bah wa ibuku sakit-sakitan dan wa jah nya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet r a pi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sa kral k elima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini da lam perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakin nya bah wa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.

Kami tinggal di desa berawa dekat sungai, sekitar dua pu luh mil dari laut. Ingatan terjelas pertamaku mengenai iden titas sepertinya ku dapatkan pada suatu sore yang berkesan. Ketika itulah aku tahu bahwa tempat sunyi yang dipenuhi paku-pakuan ini adalah ku bur an gereja; dan bahwa Philip Pirrip, mantan jemaat gereja ini, juga Geor-giana istrinya, su dah meninggal dan dikubur; dan bahwa Alexander, Bartho  lomew, Abraham, Tobias, dan Roger, bayi mereka, juga sudah me ninggal dan dikubur; dan bahwa dataran liar dan gelap di dekat ku buran, yang hanya dipisahkan oleh tanggul, gundukan-gunduk an tanah, dan gerbang, dan sesekali dikun jungi hewan ternak, adalah rawa; dan bahwa garis kelabu di bawa hnya adalah sungai; dan bahwa sarang makhluk ganas di ke jauhan, tempat angin berasal, adalah laut; dan bah wa bun tal an kecil yang gemetar dan takut pada semuanya, lalu mu lai menangis, adalah Pip.

“Jangan berisik!” seru suara parau milik pria yang men dadak ber diri di tengah kuburan di dekat teras gereja. “Diam, Iblis Kecil, atau kugorok lehermu!”

Tampaklah seorang pria garang berpakaian abu-abu kumal dengan belenggu besi besar di kakinya. Dia tidak bertopi, sepatunya jebol, dan kain kumal membungkus kepalanya. Pria itu basah kuyup, berlepotan lumpur, kakinya luka akibat menginjak-injak batu, dan tubuhnya lecet-lecet akibat belenggu besi, duri, dan semak-semak gatal; dia pincang, ge   metar, memelotot, dan menggeram; dan giginya ber  gemeletuk saat dia menyambar daguku.

“Oh! Jangan gorok leherku, Sir,” aku memohon dengan ngeri. “Tolong, jangan lakukan itu, Sir.”

“Sebutkan namamu!” ujarnya. “Cepat!”

“Pip, Sir.”

“Sekali lagi,” pria itu memelototiku. “Yang keras!”

“Pip. Pip, Sir.”

“Tunjukkan rumahmu,” katanya. “Tunjukkan tempat itu!” Aku menunjuk desa tempat tinggal kami, dataran di antara pepo honan alder dan pollard, sekitar satu mil dari gereja.

Pria itu, setelah menatapku sejenak, menjungkirbalikkanku se-hingga isi sakuku berjatuhan. Tidak ada apa-apa di dalamnya selain se  potong roti. Begitu gereja kembali tegak—saking perkasanya dia, se konyong-konyong badanku sudah terbalik sehingga menara ge reja seolah-olah pindah ke bawah kakiku—aku duduk di atas se-bu ah batu nisan tinggi, gemetar, sementara dia menyantap rotiku de  ngan lahap.

“Hei, Bocah,” kata pria itu sambil menjilati bibir, “pipimu tem  bam.”

Pipiku memang tembam walaupun badanku termasuk kecil dan lemah untuk anak seumurku.

“Menggiurkan sekali,” kata pria itu dengan gelengan mengancam, “aku gila kalau tidak ingin memakannya.”

Dengan jujur, kuungkapkan harapanku agar dia tidak memakan pipi ku. Aku berpegangan erat pada batu nisan yang kududuki, se-bagian agar tidak jatuh, dan sebagian untuk menahan tangis.

“Lihat ke sini!” perintah pria itu. “Di mana ibumu?”

“Di situ, Sir!” jawabku.

Dia terhenyak, mundur beberapa langkah, lalu berhenti dan me nengok ke belakang.

“Di situ, Sir!” terbata-bata, aku menjelaskan. “Terbaring Juga Georgiana. Itu ibuku.”

“Oh!” dia kembali. “Dan ayahmukah yang dikubur bersama-nya?”

“Ya, Sir,” jawabku, “dia juga sudah meninggal; mantan jemaat gereja ini.”

“Ha!” gumamnya sambil berpikir. “Jadi, kau tinggal de ngan siapa—kalau aku membiarkanmu hidup walaupun itu be lum ku-putuskan.”

“Kakakku, Sir—Mrs. Joe Gargery—istri Joe Gargery, si Pandai Besi, Sir.”

“Pandai besi, ya?” katanya. Dia menunduk mantap ke kaki nya. Setelah beberapa kali mengalihkan pandangan suramnya antara aku dan kakinya, dia mendekati batu nisan yang kududuki, meme-gang kedua lenganku, dan mendorongku ke belakang sejauh mungkin agar tatapannya kepadaku kian tajam dan tatapanku kepadanya kian ke habisan daya.

“Lihat ke sini,” katanya, “ini masalah hidup dan matimu. Kau tahu kikir?”

“Ya, Sir.”

“Kau juga tahu belati?”

“Ya, Sir.”

Sehabis melontarkan setiap pertanyaan, dia mendorongku se  makin jauh, sehingga aku semakin merasa tidak berdaya dan ter-a n cam bahaya. 

“Ambilkan kikir untukku.” Dia mendorongku. “Dan belati.” Dia mendorongku lebih jauh. “Bawakan keduanya kemari.” Lagi-lagi dia mendorongku. “Kalau kau tak ingin jantung dan hatimu ter  burai.” Dia terus mendorongku.

Aku benar-benar ketakutan dan lemas. Aku berpegangan ke-pa da  nya dengan kedua tanganku dan berkata, “Mohon tegakkan ba  dan  ku dahulu, Sir, agar aku tidak mual, dan mungkin bisa lebih mem  bantu.”

Dia mendadak menjungkirbalikkanku, sehingga gereja seolah-olah melompati ayam jantan penanda angin di atapnya. Kemudian, dia mencengkeram lenganku dan menegakkanku di atas batu nisan sebelum menyampaikan pesan sarat an cam an:

“Besok pagi, berikan kikir dan belati itu kepadaku. Bawa ke dua nya ke Battery tua di sana. Lakukan saja, jangan coba-coba 

menga ta kan atau mengisyaratkan apa pun bahwa kau pernah bertemu de ngan ku atau siapa pun, dan kau akan tetap hidup. Jika tidak, atau ka lau kau membocorkan omonganku kepada orang lain, sesedikit apa pun, hati dan jantungmu akan kucongkel, lalu kupanggang dan ku makan. Ingat, aku tidak sendirian, kalau itu yang kau kira. Aku ber sembunyi de ngan seorang pemuda, dan dia menganggapku Malai kat. Dia mematuhi semua omonganku. Pemuda itu punya rahasia. Dia pernah menculik seorang bocah, lalu memakan jantung dan hati nya. Percuma saja kalau bocah yang sudah diincarnya mencoba ka bur. Bocah itu bisa saja mengunci pintu, lalu berbaring di ranjang, me nutupi badannya dengan selimut, menutupi kepalanya dengan baju, mengira dirinya aman dan nyaman, tapi pemuda itu akan meng endap-endap dan merobek-robek badan si Bocah. Walaupun harus bers   usah pa yah, aku akan menjauhkan pemuda itu darimu untuk saat ini. Meskipun sulit untuk melarangnya mengincar jeroanmu. Nah, ba ga i mana menurutmu?”

Aku berjanji untuk membawakannya kikir dan makanan seadanya, dan menemuinya di Battery pada pagi buta.

“Katakan, Tuhan akan menyambarmu sampai mati kalau kau ber  bohong!” perintahnya.

Aku mematuhinya, dan dia menurunkanku.

...
82.
MENELISIK KEBEBASAN BERAGAMA oleh Heiner Bielefeldt & Michael Wiener
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
Kebebasan beragama di Indonesia merupakan isu “di bawah karpet”, yang sering baru disadari ketika “angin ribut” tiba-tiba melemparkannya ke udara. Orang-orang terusik dengan hamburan debu ke muka mereka, lalu bertanya: ada apa?—seolah-olah tidak pernah mengetahui atau mengakui ada persoalan-persoalan laten di sini. Isu kebebasan beragama memang sering lebih intens disadari—dan sekaligus dipersoalkan—oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan, entah itu ...
83.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Rafa dan Safa diajak naik kereta api oleh Ayah dan Bunda. Bagaimana, ya, rasanya naik kereta api? Yuk, kita ikuti keseruan Rafa dan Safa naik kereta api untuk pertama kalinya!                                             Rafa and Safa are riding on a train with Mom and Dad. How do you think it would be? Let's have fun riding on a train for the first time with Rafa and ...
84.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Rafa dan Safa diajak ke kebun binatang oleh Ayah dan Bunda.  Wah, ada apa saja, ya, di kebun binatang? Yuk, ikuti keseruan Rafa dan Safa bertualang di kebun binatang!                                                   Rafa and Safa are going to the zoo with Mom and Dad. Wow, what will they find there? Let's have fun together with Rafa and ...
85.
PENUNTUN 1+: AKU SUKA BUAH (BOARDBOOK) oleh R.A Laksmi Manohara
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Penuntun 1+: Aku Suka Buah (Boardbook) Jihan sedang piknik bersama Bunda. Tiba-tiba, Jihan merasa haus. Duh, ternyata botol air minumnya ketinggalan. Bagaimana cara Jihan mengatasinya, ya? ...
86.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Penuntun: Ayah, Ibu, Ceritakan Tentang Allah Swt. (Boardbook Zehiya dan keluarganya berlibur di pantai. Di sana, banyak hal yang membuat Zehiya bertanya-tanya tentang Allah Swt. Ayah dan Ibu pun menceritakan tentang kebesaran Allah Swt. kepada Zehiya. Zehiya jadi tahu, ternyata Allah Mahabaik! ...
87.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ayah dan Ibu bercerita kepada Faiz tentang kehebatan Islam. Ada ilmuwan, tokoh muslim, dan masjid-masjid yang indah. Faiz jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Apa saja, ya, kehebatan Islam itu? Keunggulan dan Manfaat Produk Buku ini: • Mengenalkan tokoh-tokoh muslim hebat beserta bidang ilmunya. • Mengenalkan tempat-tempat bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia. • Mendorong anak agar mau belajar dan berprestasi. Seri Penuntun Islam berisi serangkaian penuntun untuk anak ...
88.
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Penuntun: Ayo, Bersyukur ...
89.
Soft Cover, 2022
Stock tidak tersedia
Rumah Fitri kebanjiran. Al-Qur'an kesayangan Fitri rusak. Untunglah, Fitri punya sahabat bernama Salsa. Fitri diajak belajar mengaji bersama di rumah Salsa. Suatu hari, Salsa memberi kado untuk Fitri. Waaah, apa yang Salsa berikan untuk Fitri, ya? Mendorong anak untuk belajar mengaji. Mengajarkan kebiasaan membaca Al-Qur'an bagi anak. Mengajarkan persahabatan dan rasa tolong-menolong. Mengajarkan anak untuk merawat dan menjaga Al-Qur'an dengan baik. Seri Penuntun Islam berisi ...
90.
PENUNTUN: ORANGTUAKU HEBAT (BOARDBOOK) oleh Beby Haryanti Dewi
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Orangtuaku selalu membantuku belajar, menemaniku bermain, dan membacakan buku cerita kepadaku. Padahal, mereka harus bekerja dan melakukan banyak hal. Hebat, ya? Tentang Beby Haryanti Dewi Beby Haryanti Dewi Beby Haryanti Dewi adalah seorang penulis buku anak yang telah merilis puluhan karya. Beberapa judul bukunya yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan di antaranya Seri Penuntun Anak: Mengenal Ibadah Haji, Seri Room to Read: Anna dan Sapu Pelangi, ...
91.
Anak Muslim Pandai Berdoa (boardbook) oleh R.A Laksmi Manohara
Soft Cover, 2022 Rp. 79.000 Rp. 63.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Laila suka mengucapkan doa saat melakukan kegiatan sehari-hari. Laila berdoa apa saja, ya? Yuk, cari tahu dalam buku ini!   Keunggulan dan Manfaat Produk: Buku ini:         Mengenalkan doa sehari-hari untuk anak. Mengajarkan kebiasaan baik untuk anak. Dilengkapi dengan permainan mencari benda untuk mengasah kecerdasan visual anak.   Seri Penuntun Islam berisi serangkaian penuntun untuk anak (terutama balita) yang dapat ...
92.
THE LOST ART OF SCRIPTURE oleh Karen Armstrong
Soft Cover, Januari 2022
Stock tidak tersedia
Bagaimana agar kitab suci tetap relevan pada zaman sekarang? Pertanyaan ini penting diajukan kini ketika kitab suci seolah-olah semakin terpinggirkan, sering digunakan untuk menjustifikasi kekerasan dan fundamentalisme, alih-alih sebagai sumber pencerahan rohani. Pada masa lalu, kitab suci telah membantu manusia mentransen-densi ikatan material dan duniawi, menghubungkan manusia dengan yang ilahi. Kini, ketika pendidikan modern semakin cenderung pada sisi rasionalitas, logika, dan analisis, ...
93.
SIRAH MUHAMMAD oleh Dr. Muhammad Husain Haikal
Soft Cover, Januari 2022 Rp. 215.000 Rp. 172.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Muhammad sang Nabi diakui sebagai salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam sejarah kemanusiaan. Bagi kaum Muslim, pengaruhnya sedemikian mendalam karena sosok Muhammad diimani sebagai nabi akhir zaman yang membawa kebenaran bagi seluruh manusia. Bahkan bagi non-Muslim, termasuk para kritikusnya, pengaruh Muhammad diakui sedemikian besar dan abadi, dari dahulu hingga kini. Betapa tidak, jumlah Muslim di seluruh dunia 1 miliar lebih dan terus bertumbuh. Islam termasuk agama dengan laju ...
94.
Soft Cover, Januari 2022
Stock tidak tersedia
Siapa yang tidak suka sayur? Dulu, Hawa juga tidak suka sayur. Tapi, Hawa terus mencobanya. Karena, mengonsumsi sayur itu banyak manfaatnya. Apa saja, ya? Yuk, kita cari tahu dengan membaca buku sambil mendengarkan lagunya! Keunggulan 1. Buku ini dilengkapi dengan QR Code yang berisi lagu-lagu Panji Sakti dan Sang Hawa. 2. Tidak hanya diajak untuk membaca, si Kecil juga bisa diajak untuk menikmati lagu-lagu dalam buku. 3. Ilustrasi yang full colour dan eye-catching tentunya akan ...
95.
Stay Positive With Marcus Aurelius oleh Jana Capri, Charan Díaz
Soft Cover, Desember 2021 Rp. 59.000 Rp. 47.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Banyak banget keresahan hidup: Covid, kuliah susah konsen, susah cari kerja, susah berteman, pengen sendirian tapi kesepian, main sosmed asyik tapi bikin kepikiran. Takutan dan overthinking melulu ....   Sering nemu status gitu, ga, guys? Konon, gen Z kabarnya lebih rentan terkena masalah kesehatan mental; pandemi, kompetisi yang semakin kejam, derasnya pengaruh sosial media, overthinking dan overanalyzing yang memunculkan kecemasan dan depresi. Kayaknya kok, susah banget bersikap ...
96.
KOMIK KKPK : RAMADHAN ADVENTURE oleh Azharine Purwa Jingga Zs
Soft Cover, November 2021 Rp. 39.000 Rp. 31.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Toko buah milik Pak Anthony selalu kebanjiran pembeli setiap harinya. Buah-buahan pun selalu tak sabar untuk dibawa ke rumah para pembeli, kecuali si Timun Suri. "Pokoknya, aku enggak mau laku duluan!" kata Timun Suri, sambil melompat ke tempat telur toko sebelah, lalu bersantai-santai di sana. Ketika teman-temannya menunggu pembeli, dia bahkan bisa jalan-jalan! Kok, bisa, ya? Apa hubungannya cerita Timun Suri dengan Ramadhan? Ayo, ikuti keseruannya! ...
97.
The Scarlet Letter oleh Nathaniel Hawthorne
Soft Cover, Oktober 2021
Stock tidak tersedia
Hester Prynne hamil dan melahirkan, padahal sudah dua tahun dia terpisah dari suaminya.   Boston heboh. Tak terbayangkan, seorang istri yang harusnya bersikap layak dan terhormat malah melahirkan anak haram. Sebuah aib besar bagi masyarakat Puritan Boston abad ke-17. Penduduk kota menghukumnya dengan mengalungkan huruf A merah besar yang berarti adultery (perzinaan) dan mengadilinya di depan umum. Hidup Hester berakhir sudah. Atau benarkah demikian? Di antara kerumunan, ternyata ...
98.
WILD SYMPHONY oleh Dan Brown
Soft Cover, Oktober 2021
Stock tidak tersedia
Coba kau terka apa yang direncanakannya? Temukan petunjuk di balik setiap cerita! ...
99.
Soft Cover, Oktober 2021 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ulul Azmi: Nabi Muhammad Saw. Sang Nabi Terakhir ...
100.
Soft Cover, Oktober 2021 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Ulul Azmi: Nabi Ibrahim A.S. Dan Api Yang Dingin ...