| Soft Cover, Januari 2019 | |||
|
Stock tidak tersedia
|
|||
Paradigma keilmuan yang memisahkan antara ilmu-ilmu agama (Islam) dengan ilmu-ilmu non-agama secara dikotomis, sudah harus ditinggalkan. Buku ini menyajikan konsep lanjutan dari paradigma keilmuan integralistik yang bersifat interdisipliner menjadi keilmuan multidisipliner. Dalam keilmuan multidisipliner, arus perjumpaan antara sains dan sosial yang merupakan konteks dari ilmu-ilmu modern, serta falsafah dan etika yang menjadi basis ilmu profetik, dengan ilmu-ilmu agama Islam (peradaban teks), ...




Keranjang






