Pencarian

Brand
RakBuku
Penulis
Ernest Prakasa
Kategori
Buku

Format
Soft Cover (6)

Bahasa
Indonesia (6)

Hasil: 1 - 6 dari 6
GRIDLIST
1.
Soft Cover, Februari 2016 Rp. 65.000 Rp. 52.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
2.
Ngenest 2 oleh Ernest Prakasa
Soft Cover, Februari 2016 Rp. 59.000 Rp. 47.200 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
3.
No Image Available
Soft Cover, Januari 2016 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Dibanding bokap, keluarga nyokap gue tuh lebih original Cinanya. Gaya ngomongnya masih totok banget. Bagi mereka, gak ada istilah "kami" atau "kalian". Adanya adalah "gua orang" dan "lu orang". Kesannya insecure banget ya? Gue juga tau kalo kita semua ini orang, bukan ubur-ubur. (Diambil dari bab "Woy, Cina!") Di banyak mall di Jakarta, ada petugas lift. Padahal siapa sih yang gak mampu mengoperasikan lift? Kalo mau ke lantai 3, kan tinggal ...
4.
Soft Cover, Juni 2015
Stock tidak tersedia
“Ada apa barusan kamu peluk aku dan tidak ngomong apa-apa?” “Mmm… nggak apa-apa, Miss, aku cuma pengen bilang terima kasih.” “Oh, begitu. Terima kasih buat apa?” “Karena Miss ngajarin aku dan baik sama aku.” -Adzan, kelas 1, sangat aktif dan penyayang. “Pasti berat sekali ya Miss mengajar kita-kita. Apalagi kita lagi nggak bisa diem dan susah dibilangin seperti ini. Yang kuat ya, Miss!. Soalnya kalau Miss nggak kuat-kuat, nanti siapa dong yang ngajar kita? Be ...
5.
Ngenest 2 oleh Ernest Prakasa
Soft Cover, Juli 2014
Stock tidak tersedia
Setelah "Ngenest" yang secara mengejutkan bisa lumayan laku dan jadi best-seller nasional, kini Ernest Prakasa ketagihan nulis buku, mungkin karena duit royalty-nya lumayan. Kini Ernest merilis "Ngenest 2". Masih berisikan komedi yang bersumber dari pengamatan dan pengalaman pribadinya, "Ngenest 2" menjanjikan banyak materi fresh yang sebelumnya belum pernah dibawakan ia di panggung. ...
6.
Soft Cover, Oktober 2013 Rp. 55.000 Rp. 44.000 (20% OFF)
Stock di Gudang Supplier
Dibanding bokap, keluarga nyokap gue tuh lebih original Cinanya. Gaya ngomongnya masih totok banget. Bagi mereka, gak ada istilah "kami" atau "kalian". Adanya adalah "gua orang" dan "lu orang". Kesannya insecure banget ya? Gue juga tau kalo kita semua ini orang, bukan ubur-ubur. (Diambil dari bab "Woy, Cina!") Di banyak mall di Jakarta, ada petugas lift. Padahal siapa sih yang gak mampu mengoperasikan lift? Kalo mau ke lantai 3, kan tinggal ...